Menjadi Khalifah di Bumi: Mengelola Alam Sebagai Ibadah

  • 11 Jun 2026 00:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Menjaga dan mengelola alam bukan hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai spiritual dalam ajaran Islam. Hal ini disampaikan Ustadz Hadi Irfandi selaku pengamat sosial kepemudaan ICOMAF dalam dialog bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa manusia diberikan amanah oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut mengandung makna bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, serta mencegah berbagai bentuk kerusakan lingkungan.

"Konsep khalifah mengajarkan bahwa manusia bukan pemilik mutlak alam, melainkan pengelola yang harus mempertanggungjawabkan setiap tindakan terhadap lingkungan. Karena itu, menjaga alam merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT," ujarnya.

Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti pencemaran, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim, menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian alam. “Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Nilai-nilai pelestarian lingkungan telah diajarkan dalam Islam melalui berbagai prinsip, termasuk larangan berbuat kerusakan di muka bumi dan anjuran untuk memanfaatkan sumber daya alam secara seimbang. “Aktivitas menjaga lingkungan tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, tetapi juga bernilai ibadah,” jelasnya.

Pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama dinilai mampu membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis sekaligus tanggung jawab moral terhadap alam.

"Ketika seseorang menanam pohon, menjaga kebersihan sungai, atau menggunakan sumber daya secara bijak, itu bukan sekadar tindakan sosial. Dalam perspektif Islam, hal tersebut dapat menjadi bagian dari amal kebaikan yang bernilai ibadah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....