Aceh Flexi School Hadirkan Model Pendidikan Fleksibel

  • 22 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari, mengatakan lembaga pendidikan tersebut menyadari ritme tumbuh kembang dan potensi anak berbeda-beda. Pendekatan pendidikan formal yang seragam tidak selalu cocok diterapkan pada semua anak.

"Kalau pendidikan formal itu kan pada umumnya seringkali kita menggunakan pendekatan yang seragam. Padahal tidak semua cocok, pola one size fits all itu nggak semua cocok," kata Esti saat dihubungi RRI, Minggu 6 September 2026.

Nama "Flexi" dipilih untuk menegaskan posisi lembaga sebagai ruang belajar yang fleksibel dan adaptif. Esti mengaplikasikan kedua hal tersebut baik dalam metode pengajaran, kurikulum, maupun indikator capaian belajar. Kurikulum di Aceh Flexi School dirancang secara individual sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Esti menyebutkan, peserta didik di sekolahnya sangat beragam. "Mau dia kondisinya apapun, kita terima dulu. Terus kita lihat keunikannya masing-masing, bagaimana kemudian kita bisa mengatasi keunikannya, menerima keunikannya, dan menstimulasi apa yang menjadi potensinya," ujarnya.

Menurut Esti, pendekatan belajar di sekolahnya lebih menekankan pengalaman langsung dan kecakapan hidup dibandingkan sekadar mengejar capaian akademik atau ijazah. Ia mencontohkan, saat anak-anak belajar berkebun, mereka turut terlibat langsung mulai dari menanam benih hingga memanen hasilnya sendiri.

"Saya percaya bahwa berpendidikan itu wajib, belajar itu wajib. Bahkan sebenarnya sekolah itu sebenarnya nggak wajib, yang wajib itu belajar. Karena pada dasarnya pemerintah sendiri mencanangkan wajib belajar, bukan wajib sekolah," kata Esti.

Ia menambahkan, model pendidikan nonformal maupun pendidikan yang diselenggarakan di rumah sejatinya telah diakui negara. Hal ini dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....