Aceh Historia Dorong Anak Muda Peduli Sejarah di Era Digital

  • 10 Sep 2026 19:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Aceh Historia mendorong anak muda lebih peduli sejarah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Komunitas ini memproduksi pengetahuan sejarah agar mudah ditemukan masyarakat dan diserap teknologi kecerdasan buatan.

Ketua Komunitas Aceh Historia, Risqan Kamil, menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Ngobras RRI Banda Aceh.

Perbincangan tersebut berlangsung Selasa, 8 September 2026, dengan membahas sejarah dan aktivitas komunitas.

Risqan menjelaskan, Aceh Historia berdiri pada 2014 sebagai wadah anak muda yang memiliki minat terhadap sejarah.

Komunitas tersebut berawal dari kegiatan eksplorasi berbagai lokasi bersejarah di Banda Aceh.

Menurut Risqan, Aceh Historia kini lebih fokus memproduksi pengetahuan melalui website dan pengolahan data digital.

Komunitas memanfaatkan kemampuan anggota di bidang penelitian, penulisan, observasi, dan teknologi informasi.

Aceh Historia telah bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan dalam penelitian di Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Tamiang.

Salah satu kajiannya menelusuri bangunan kolonial yang masih memiliki jejak sejarah hingga sekarang.

Risqan mengatakan, proses penelitian dimulai dengan mengidentifikasi lokasi melalui referensi, peta, dan data konkret.

Tim kemudian melakukan observasi lapangan, menggali informasi masyarakat, serta mengolah hasil penelitian untuk website.

Ia menilai penyampaian sejarah kepada anak muda perlu menggunakan pendekatan yang lebih populer dan tidak kaku.

Menurutnya, generasi muda tertarik sejarah, tetapi membutuhkan cara penyampaian yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Risqan juga mengingatkan pentingnya menulis sejarah agar pengetahuan tidak hanya bergantung pada cerita lisan.

“Pengetahuan itu dicari, didapat, dan diolah,” kata Risqan dalam Dialog Ngobras RRI Banda Aceh.

Ia mengajak anak muda tidak hanya mengikuti algoritma media sosial dalam memperoleh informasi.

Menurutnya, masyarakat perlu mencari, memeriksa, dan mengolah pengetahuan sejarah secara kritis.

Risqan menegaskan, sejarah penting untuk memahami identitas, karakter, budaya, dan perjalanan masyarakat Aceh.

Ia berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam menggali serta mendokumentasikan sejarah yang belum banyak diketahui

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....