USPI Soroti RTH Banda Aceh Belum Penuhi Standar
- 11 Agt 2026 09:28 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ruang terbuka hijau publik Banda Aceh dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Urban Sustainability and Policy Institute, Ir.Putra Rizkiya, S.T., M.Sc., mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan kota berkelanjutan.
Putra mengatakan RTH publik memiliki fungsi ekologis dan sosial bagi kehidupan masyarakat perkotaan.
Ia menyebut RTH membantu infiltrasi air, mengurangi limpasan, menyerap karbon, dan menurunkan suhu udara.
“RTH publik itu penting karena memiliki fungsi ekologis dan fungsi sosial,” kata Putra dalam Dialog Green Radio, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Putra, regulasi menetapkan kebutuhan RTH publik sebesar 20 persen dan RTH privat sebesar 10 persen.
RTH privat di Banda Aceh disebut telah melewati angka 10 persen, sedangkan RTH publik masih sekitar 14 persen.
Putra menilai keterbatasan RTH publik juga mengurangi ruang interaksi sosial dan tempat bermain anak.
Menurutnya, taman kota yang ada belum cukup terkoneksi sehingga fungsi vegetasi sebagai peneduh belum maksimal.
Ia menjelaskan ruang hijau yang saling terhubung dapat membantu mengalirkan udara dingin menuju pusat kota.
Selain RTH, Putra menyoroti pembangunan yang melebar ke pinggiran sebagai tantangan tata ruang Banda Aceh.
Perkembangan tersebut mendorong konversi sawah dan vegetasi menjadi kawasan permukiman serta meningkatkan kebutuhan infrastruktur dasar.
Putra mengatakan Banda Aceh menghadapi persoalan lahan terbatas, kendaraan pribadi, perubahan iklim, dan kerentanan pesisir.
Menurutnya, pembangunan kota perlu dikendalikan melalui perencanaan jangka panjang dan penegakan aturan tata ruang.
Ia mendorong konsep kota kompak agar sekolah, tempat kerja, perdagangan, dan ruang publik mudah dijangkau.
Putra juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan kota berkelanjutan.
“Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran, bukan sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi subjek pembangunan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat membangun kebiasaan ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penggunaan air serta energi secara bijak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....