Desain Grafis Buka Akses Belajar Tanpa Batas Ekonomi
- 11 Agt 2026 09:27 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Desain grafis dinilai membuka peluang belajar dan berkarier bagi anak muda Aceh.
Akses teknologi yang semakin mudah memungkinkan masyarakat belajar desain tanpa terbatas kondisi ekonomi.
Tim Divisi Edukasi dan Riset Desainer Grafis Aceh (DGA), Syafyuda Alvy Tuandy Lubis, mengatakan akses belajar kini semakin terbuka.
Menurutnya, berbagai aplikasi gratis dapat digunakan pemula untuk mulai mempelajari desain grafis.
“Sekarang hampir bisa dijangkau semua kalangan, misalnya aplikasi yang tidak berbayar seperti Canva,” kata Syafyuda dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia mengatakan, kendala terbesar pemula bukan lagi keterbatasan aplikasi atau perangkat.
Sebagian anak muda justru menunda belajar karena merasa harus memiliki perangkat dan peralatan profesional.
Syafyuda menyebut desain grafis memiliki berbagai bidang, seperti desain logo, poster, tata letak, dan pengembangan merek.
Kemampuan tersebut dapat dikembangkan secara bertahap melalui pengalaman, proyek, serta portofolio.
DGA juga menyediakan sejumlah kegiatan belajar yang dapat diikuti masyarakat tanpa biaya.
Program tersebut antara lain diskusi, bedah portofolio, berbagi pengalaman, serta kegiatan Creative Break.
“Kita di DGA ada beberapa program dan kebanyakan program sekarang berjalan tanpa biaya alias gratis,” ujarnya.
| Baca juga: Menu Egg Geek Buka Pendaftaran GRAK Batch 1 |
Menurut Syafyuda, perkembangan teknologi digital turut memperluas sumber belajar desain grafis.
Masyarakat kini dapat memanfaatkan kelas daring dan YouTube untuk mempelajari berbagai materi secara mandiri.
Ia menilai kecerdasan buatan atau AI menjadi tantangan sekaligus alat pendukung bagi desainer grafis.
Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai pendamping proses kreatif, bukan menggantikan kemampuan dan ide manusia.
“Desainer juga harus ikut berkembang, tetapi AI bisa kita pakai untuk membantu brainstorming atau mencari referensi,” katanya.
Syafyuda menyebut peluang pasar desain grafis tidak hanya berada di Aceh.
Desainer pemula dapat membangun portofolio melalui platform digital dan menyasar klien dari luar daerah.
Ia mengatakan DGA juga mendorong anggotanya saling berbagi proyek dan memperluas jejaring profesional.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu desainer pemula mendapatkan pengalaman sekaligus peluang pendapatan.
Syafyuda berharap pemerintah dan instansi menggunakan jasa tenaga profesional ketika membutuhkan materi desain.
Menurutnya, kolaborasi dengan desainer dapat menghasilkan karya visual yang lebih sesuai kebutuhan lembaga.
“Kalau untuk di bidang desain, kebutuhan desain itu diserahkan ke ahlinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetensi desain grafis berpotensi meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan.
Desainer dapat menjual jasa secara mandiri, membangun studio, atau bekerja untuk klien lokal hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....