Bijak Bermedia Jadi Tantangan Umat di Era Digital
- 18 Jun 2026 07:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, kemudahan akses informasi juga menghadirkan tantangan baru bagi umat Islam, khususnya dalam menyaring informasi dan menjaga etika bermedia.
Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh, Tgk. H. Umar Rafsanjani, mengatakan masyarakat Aceh kini tidak berbeda dengan daerah lain dalam penggunaan internet dan media sosial. Hampir seluruh lapisan masyarakat telah terhubung dengan berbagai platform digital.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi belum selalu diikuti kemampuan memilah informasi. Kondisi ini membuat masyarakat rentan terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
“Persoalan terbesar yang sedang dihadapi masyarakat Aceh adalah mudah mempercayai informasi tanpa melakukan tabayun atau verifikasi,” ujarnya dalam Dialog Interaktif Petuah MPU Banda Aceh di RRI Banda Aceh, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai budaya membagikan informasi tanpa mengecek kebenarannya semakin sering terjadi. Selain itu, fenomena saling menghujat dan menghakimi di media sosial juga menjadi persoalan yang memprihatinkan.
Menurut Umar, Islam mengajarkan kehati-hatian dalam menerima berita. Karena itu, setiap informasi yang diterima seharusnya diperiksa terlebih dahulu sebelum disebarluaskan kepada orang lain.
Ia juga menyoroti maraknya penggunaan media sosial yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Konten yang membuka aurat, menyebarkan aib, hingga menipu demi mendapatkan keuntungan dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Akhlak seorang muslim harus tetap terjaga, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” katanya.
Umar menegaskan peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, pengawasan dan pendidikan agama harus diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki kemampuan menyaring pengaruh negatif.
Selain keluarga, pemerintah dan lembaga pendidikan juga dinilai perlu meningkatkan literasi digital masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan komunitas digital.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif seperti belajar, berkarya, berdakwah, dan membangun jaringan yang bermanfaat. Dengan demikian, perkembangan digital dapat menjadi sarana kebaikan, bukan sebaliknya.
“Gunakan media sosial untuk berkarya, belajar, berdakwah, dan membangun jaringan positif. Jangan sampai teknologi mengendalikan hidup kita,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....