Anak Muda Diajak Berani Memimpin dan Bertanggung Jawab

  • 25 Jul 2026 00:58 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh – Keberanian memulai langkah dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk kepemimpinan anak muda. Namun, keberanian tersebut harus diiringi dengan komitmen untuk bertanggung jawab terhadap setiap keputusan dan proses yang dijalani.

Pesan itu mengemuka dalam program CCK (Cek Cerita Kamu) Programa 2 RRI Banda Aceh yang mengangkat tema "Kepemimpinan Anak Muda: Berani Memulai, Berani Bertanggung Jawab", Rabu 22 Juli 2026. Dialog menghadirkan dua narasumber, Erda Yusnita, Demisioner Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Pengurus Daerah Aceh Barat, dan Inda Nuzul Azmi, Demisioner Ketua PII Pengurus Daerah Aceh Timur.

Erda Yusnita mengatakan banyak anak muda memiliki keinginan untuk berkembang, tetapi sering kali terhambat oleh rasa takut sebelum mencoba. Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian mengambil langkah pertama.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak terlalu lama mempertimbangkan kegagalan karena pengalaman akan menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter. Setelah memulai, seseorang juga harus mampu menjaga komitmen terhadap pilihan yang telah diambil.

"Jangan pernah takut salah. Yang penting berani melangkah karena kalau terlalu banyak berpikir, kita tidak akan pernah memulai," ujarnya.

Erda mengaku mulai aktif berorganisasi sejak kelas enam sekolah dasar. Dukungan keluarga, terutama sang kakak yang lebih dahulu aktif dalam organisasi, menjadi motivasi awal baginya untuk berani bergabung dengan berbagai komunitas kepemudaan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi memberikan banyak manfaat, mulai dari kemampuan memimpin, mengatur waktu, membangun komunikasi, hingga meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara di depan umum.

Meski demikian, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Erda mengaku pernah merasa minder ketika dipercaya menjadi Ketua Umum PII Aceh Barat karena merasa masih minim pengalaman.

"Awalnya saya merasa belum pantas. Namun, dukungan teman-teman membuat saya yakin bahwa kemampuan bisa terus diasah selama ada kemauan belajar," katanya.

Sementara itu, Inda Nuzul Azmi menilai keberanian mencoba harus dibangun sejak usia muda. Ia mulai aktif mengikuti organisasi ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan mengaku sempat diliputi keraguan saat didorong mengikuti pemilihan Ketua OSIS.

Menurut Inda, rasa takut merupakan hal yang wajar. Namun, ketakutan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti sebelum mencoba.

"Bukan karena kita tidak mampu, tetapi sering kali rasa takut yang membuat kita merasa tidak mampu," katanya.

Inda mengatakan pengalaman berorganisasi mengajarkannya menyusun skala prioritas dan mengelola waktu melalui perencanaan kegiatan sehari-hari. Ia menilai kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan aktivitas lainnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan tidak selalu diawali oleh langkah besar. Kebiasaan memulai dari hal-hal kecil dan dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci berkembangnya kemampuan seseorang.

Menurut Inda, anak muda saat ini juga menghadapi tantangan berupa pengaruh media sosial yang kerap menampilkan keberhasilan orang lain secara instan. Kondisi tersebut, katanya, sering memunculkan rasa minder dan takut memulai karena merasa tertinggal.

Ia mengajak generasi muda mengubah rasa minder menjadi motivasi untuk belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman.

"Kalau melihat orang lain berhasil, jangan dijadikan alasan untuk menyerah. Jadikan mereka sebagai inspirasi dan belajar dari perjalanan mereka," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, kedua narasumber juga menyoroti masih adanya anggapan bahwa organisasi tidak memberikan manfaat karena tidak menghasilkan imbalan finansial secara langsung.

Erda menilai pandangan tersebut perlu diluruskan. Menurutnya, organisasi merupakan ruang untuk membangun jejaring, melatih kepemimpinan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan relasi yang dibangun sejak usia muda sering kali menjadi modal berharga pada masa depan, baik dalam pendidikan maupun karier.

Menutup dialog, Erda dan Inda mengajak anak muda agar tidak menunda kesempatan untuk berkembang hanya karena rasa takut gagal. Mereka menekankan bahwa setiap impian harus diawali dengan keberanian mengambil langkah pertama, kemudian dijalani dengan tanggung jawab hingga tuntas.

"Kita tidak akan pernah tahu kemampuan diri jika tidak berani memulai. Ketika sudah memilih sebuah jalan, bertanggung jawablah sampai selesai dan teruslah belajar menjadi lebih baik," kata Inda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....