GMF Bangun Konektivitas Sosial Aceh Dengan Komunitas Internasional

  • 02 Jul 2026 07:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRICO.ID, Banda Aceh - Global Meutuah Foundation (GMF) hadir sebagai lembaga yang mendorong perubahan sosial sejak resmi berdiri pada 2024. Lembaga ini diinisiasi oleh sejumlah generasi muda Aceh dari berbagai latar belakang.

Manajer program GMF Global Meutuah Foundation Hidayatullah, memandang Aceh memiliki nilai historis yang sangat kuat dan pernah berjaya di masa lalu. Posisi tersebut dinilai setara dengan bangsa-bangsa besar lainnya dalam sejarah dunia.

"Sejarah panjang Aceh juga disebut memiliki keterkaitan dengan berbagai peradaban global, termasuk Kekaisaran Ottoman Turki. Hubungan historis tersebut hingga kini masih dipandang relevan oleh sebagian pihak di Turki," Ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Rabu 1 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk menghidupkan kembali diplomasi historis antara Aceh dan dunia internasional. GMF kemudian menginisiasi upaya membangun kembali jembatan kemanusiaan tersebut melalui pendekatan sosial dan budaya.

Lembaga ini menegaskan dirinya sebagai wadah lokal Aceh dengan jangkauan global. Prinsip yang diusung adalah kemanusiaan tanpa batas bangsa, ras, maupun sekat geografis.

Manajer program GMF Global Meutuah Foundation Hidayatullah, (kanan) saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Rabu 1 Juli 2026.

Tujuan utama GMF adalah memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan antar masyarakat dunia. Melalui wadah ini, diharapkan tercipta saling bantu-membantu antara masyarakat Aceh dan komunitas internasional.

GMF juga berupaya menjadi jembatan pertemuan antara masyarakat luar negeri dengan masyarakat Aceh. Salah satu yang disorot adalah peluang kunjungan dari masyarakat Turki ke Aceh untuk melihat jejak sejarah.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional dan historis yang telah terjalin sejak masa lalu. Selain itu, GMF juga ingin memperkenalkan kondisi dan potensi Aceh kepada dunia luar.

Dalam programnya, GMF menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama gerakan. Hal ini didasarkan pada kebutuhan dasar manusia yang mencakup sandang, pangan, dan papan.

GMF menilai pangan merupakan kebutuhan paling krusial bagi keberlangsungan hidup manusia di tengah tantangan global. Karena itu, penguatan ketahanan pangan di Aceh menjadi fokus penting untuk menghadapi potensi krisis dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....