Inong Aceh Punya Peran Strategis Dorong Perdamaian dan Inklusivitas Global

  • 23 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Perempuan Aceh atau Inong Aceh dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perdamaian, memperjuangkan kesetaraan, serta memperkuat nilai inklusivitas di tingkat global. Perempuan tidak hanya menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, tetapi juga memiliki peluang besar untuk tampil sebagai agen perubahan di berbagai sektor kehidupan.

Pandangan tersebut disampaikan Branch Manager IWPG Indonesia, International Women’s Peace Group, Ana Milana, dalam dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh bertajuk “Perempuan Berdaya, Dunia Damai: Peran Inklusif Inong Aceh di Panggung Global”, yang digelar pada Minggu 21 Juni 2026.

Dalam pemaparannya, Ana Milana menegaskan bahwa perempuan Aceh memiliki modal sosial dan budaya yang kuat, mulai dari nilai religius hingga semangat kepemimpinan, yang dapat dikembangkan untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan pentingnya kesetaraan akses bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

“Perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan perdamaian, dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar hingga masyarakat luas. Ketika perempuan diberdayakan, maka akan lahir generasi yang lebih kuat, peduli, dan terbuka terhadap keberagaman,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konsep inklusivitas agar seluruh kelompok perempuan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan di wilayah terpencil, serta kelompok rentan lainnya, tidak tertinggal dalam pembangunan. Menurutnya, setiap perempuan berhak mendapatkan akses pendidikan, keterampilan, pekerjaan, dan ruang partisipasi sosial yang setara.

Selain itu, Ana mendorong perempuan Aceh untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi diri melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, advokasi perdamaian, hingga pemanfaatan teknologi digital. Ia menegaskan bahwa ruang kontribusi perempuan tidak terbatas pada wilayah perkotaan saja.

“Panggung global bukan hanya milik mereka yang berada di kota besar atau memiliki akses luas. Perempuan Aceh juga dapat tampil melalui karya, gagasan, dan gerakan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Melalui penguatan peran perempuan yang inklusif, Ana berharap tercipta lingkungan yang lebih adil, damai, dan setara. Ia juga menekankan bahwa Inong Aceh diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan sekaligus membawa nilai-nilai kearifan lokal Aceh ke tingkat nasional hingga global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....