Generasi Muda Dinilai Perlu Memahami Sejarah dan Nilai Pancasila Secara Utuh

  • 02 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara generasi muda memahami sejarah bangsa. Jika generasi sebelumnya banyak memperoleh pengetahuan melalui pendidikan formal dan literatur, Generasi Z kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Dalam konteks sejarah kebangsaan, pemaknaan terhadap Pancasila menjadi salah satu perhatian penting. Generasi muda dinilai perlu memahami sejarah lahir dan perkembangan nilai-nilai Pancasila secara lebih komprehensif.

Ketua Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Prof. Dr. Husaini Ibrahim, M.A. mengatakan, menurut pandangan yang berkembang, 1 Juni tidak semata-mata dipahami sebagai hari lahir Pancasila. “Tanggal tersebut lebih tepat dimaknai sebagai momentum penamaan Pancasila sebagai dasar negara,” Ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog bersama RRI, Senin 1 Juni 2026.

Disebutkan Husaini, sebelum diberi nama Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah hidup dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Nilai tersebut tumbuh dan berkembang melalui tradisi sosial yang diwariskan secara turun-temurun.

Prof. Dr. Husaini Ibrahim, M.A., Ketua Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Foto bawah), saat menjadi narasumber dalam dialog bersama RRI, Senin 1 Juni 2026.

Salah satu contoh yang paling nyata adalah budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Semangat kebersamaan itu telah menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan.

Karena itu, praktik-praktik yang mencerminkan nilai Pancasila sesungguhnya sudah dijalankan oleh masyarakat sejak lama. Perbedaannya, pada masa itu nilai-nilai tersebut belum dikenal secara formal dengan nama Pancasila.

”Di tengah perkembangan zaman, generasi muda dinilai belum sepenuhnya memahami makna Pancasila yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemahaman terhadap Pancasila kerap berhenti pada aspek simbolik dan slogan semata,” Ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya memperkuat karakter kebangsaan. Pendalaman terhadap nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan agar tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Oleh karena itu, Pancasila tidak cukup hanya diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap relevan dan menjadi pedoman bagi generasi muda Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....