Nasionalisme Tidak Tumbuh dari Hafalan tetapi Keadilan Sosial Nyata
- 02 Jun 2026 10:30 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Generasi muda Indonesia saat ini didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Alpha yang tumbuh dalam ekosistem digital tanpa batas. Kehidupan mereka berlangsung di tengah arus informasi global yang melampaui sekat-sekat geopolitik dan geografis.
Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Eka Januar, M.Soc.Sc, menilai disatu sisi, era digital menghadirkan ruang yang luas bagi anak muda untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas. “Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga membawa arus distribusi ideologi yang semakin kompleks,” Ujarnya saat menjadi narasumber saat dialog intertif bersama RRI, Senin 1 Juni 2026.
Kondisi tersebut menurutnya menjadi tantangan bagi upaya penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Berbagai narasi dan pemikiran dari berbagai belahan dunia kini dapat diakses dengan mudah melalui platform digital.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman terhadap Pancasila dinilai penting untuk menjaga identitas dan persatuan nasional.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berdiri sendiri dan berkaitan dengan berbagai dinamika sosial yang terjadi di Indonesia, kompleksitas persoalan bangsa turut memengaruhi cara generasi muda memahami nilai-nilai kebangsaan. “Penguatan ideologi dapat dilakukan melalui pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan,” Ungkapnya.
Pembangunan yang merata, menurutnya, berfungsi menciptakan kesepakatan serta dukungan masyarakat secara sukarela terhadap negara. Kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan.
Ia menilai seseorang tidak menjadi nasionalis semata-mata karena menghafal ideologi negara. Nasionalisme justru tumbuh ketika masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran negara dalam kehidupan mereka.
Karena itu, penguatan Pancasila tidak cukup dilakukan melalui pendekatan tekstual dan seremonial semata. Negara perlu hadir dengan memenuhi hak-hak dasar warga negara agar nilai-nilai Pancasila dapat dipahami, diyakini, dan dijalankan secara nyata oleh generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....