Transisi Energi Aceh Butuh Peran Rumah Tangga
- 22 Feb 2026 20:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Transisi energi bersih di Aceh membutuhkan peran aktif masyarakat dari rumah tangga. Upaya ini penting untuk menekan emisi karbon dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Analis Program Energi Baru Terbarukan, Mahasinul Fathani, ST menyebut energi terbarukan menjadi solusi menggantikan energi fosil. Menurutnya, tren global mendorong setiap negara segera melakukan transisi energi.
Ia menjelaskan, energi fosil menghasilkan emisi karbon lebih tinggi dibanding energi terbarukan. “Energi terbarukan memiliki emisi karbon lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan,” ujarnya dalam Dialog Green Radio, Sabtu, 21 Februari 2026.
Mahasinul menuturkan, Aceh memiliki potensi besar energi air dan panas bumi. Potensi energi air mencapai ribuan megawatt yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain itu, energi surya dan bioenergi juga berpeluang dikembangkan di Aceh. Namun, pengembangan energi surya masih menghadapi tantangan biaya dan ketergantungan impor panel.
Menurutnya, sektor rumah tangga menjadi pengguna listrik terbesar di Aceh. Data konsumsi listrik menunjukkan sekitar 90 persen pemakaian berasal dari pelanggan rumah tangga.
Ia menekankan pentingnya konservasi energi sebelum memasang pembangkit surya atap. “Mengurangi konsumsi listrik berarti mengurangi pembakaran batu bara dan minyak,” katanya.
Mahasinul menyarankan masyarakat memilih peralatan listrik hemat energi. Penggunaan AC inverter dan lampu LED dinilai mampu menekan tagihan listrik bulanan.
Selain mengganti perangkat, perawatan rutin juga perlu dilakukan. Pembersihan AC setiap tiga hingga empat bulan dapat menjaga efisiensi dan umur pakai.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peluang besar berkarier di sektor energi terbarukan. Pengembangan potensi daerah membutuhkan tenaga teknis dan inovator lokal.
Mahasinul berharap masyarakat mulai berkontribusi dari kebiasaan sederhana di rumah. Langkah kecil itu dinilai mendukung target bauran energi bersih nasional.