Gerakan Pemuda Subuh Aceh Berawal dari Ngopi Pemuda
- 29 Jan 2026 21:25 WIB
- Banda Aceh
RRI.co.id, Banda Aceh: Gerakan Pemuda Subuh (GPS) Aceh lahir dari ruang sederhana namun penuh gagasan. Berawal dari kebiasaan berkumpul dan ngopi para tokoh muda di Banda Aceh, gerakan ini kemudian berkembang menjadi sebuah inisiatif dakwah yang menyasar generasi muda melalui pendekatan spiritual dan kebersamaan. GPS Aceh resmi bertransformasi dari komunitas menjadi gerakan pada tahun 2017.
Pembina Gerakan Pemuda Subuh Aceh, Ustadz Irhamullah Elmas Udi, M.Ag, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026) menjelaskan bahwa cikal bakal GPS dimulai sejak 2015. Saat itu, para alumni ketua organisasi kepemudaan (OKP) di Banda Aceh sering berkumpul untuk berdiskusi pada malam hari. Dari kebiasaan tersebut muncul gagasan sederhana namun bermakna, yakni mengajak pemuda untuk melanjutkan kebersamaan dengan salat Subuh berjamaah.
“Awalnya kami hanya komunitas Pemuda Subuh. Lalu kami berpikir, jangan hanya ngopi malam, tapi paginya kita salat Subuh bersama. Dari situ muncul ide agar ini tidak berhenti sebagai komunitas, tapi menjadi sebuah gerakan,” kata Ustadz Irhamullah Elmas Udi yang juga Direktur Elmas Udi Group.
Menurutnya, perubahan nama menjadi Gerakan Pemuda Subuh memiliki makna strategis. GPS Aceh tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga ingin menjadi media dakwah dan ruang kolaborasi bagi anak muda, termasuk dalam membahas isu keagamaan, sosial, hingga kepemimpinan. “Kami ingin anak-anak muda punya akses, punya ruang untuk melahirkan terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai waktu Subuh sebagai pintu masuk yang strategis dalam membangun karakter dan spiritualitas generasi muda. Waktu Subuh disebutnya sebagai waktu yang penuh keberkahan dan sering melahirkan ide-ide besar. “Kalau seorang pemuda terbiasa bangun Subuh dan salat berjamaah, maka akan lahir pemikiran-pemikiran cemerlang. Banyak ide besar di dunia ini lahir di waktu Subuh atau sebelum Subuh,” jelasnya.
Selain salat Subuh berjamaah dan kajian, GPS Aceh juga memperkuat ukhuwah melalui kegiatan “ngopi Subuh”. Namun, ngopi yang dimaksud bukan sekadar minum kopi, melainkan ngobrol, opini, dan diskusi tematik. “Ngopi itu maknanya ngobrol opini dan kritik. Ada tema khusus setiap pekan, ada pemateri dan pembanding, sehingga setelah ibadah, anak-anak muda bisa saling berbagi gagasan dan membangun kebersamaan,” tutup Ustadz Irhamullah Elmas Udi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....