Hilirisasi Didorong Perkuat Ekonomi Syariah Aceh

  • 30 Agt 2026 05:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh –Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar terus mendorong penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam program Ekonomi Digital RRI Banda Aceh, Jumat (28/8/2026), bersama Ketua MES Aceh Besar Amalia, S.H., M.Ag., dan Ketua Dewan Pakar MES Aceh Besar Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec.

Ketua MES Aceh Besar Amalia mengatakan, sejak berdiri pada 19 Agustus 2024, MES Aceh Besar berfokus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah, termasuk akad, transaksi, investasi, serta akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, MES berupaya menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan akademisi.

Amalia menambahkan, digitalisasi menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran dan mempermudah transaksi. Namun, literasi digital dan keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi sebagian pelaku usaha tradisional. Karena itu, MES Aceh Besar menargetkan penguatan kolaborasi dan mempertemukan UMKM dengan pembeli potensial agar usaha masyarakat dapat naik kelas.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar terus mendorong penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam program Ekonomi Digital RRI Banda Aceh, Jumat (28/8), bersama Ketua MES Aceh Besar Amalia, S.H., M.Ag., dan Ketua Dewan Pakar MES Aceh Besar Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec. Foto : RRI/Lis

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar MES Aceh Besar Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., menilai perkembangan ekonomi syariah di Aceh cukup positif. Menurutnya, Aceh Besar memiliki potensi besar pada sektor pertanian, UMKM, dan pesantren yang perlu diarahkan untuk menggerakkan sektor riil. Digitalisasi juga dinilai dapat memperluas pasar, mempermudah transaksi, dan memperbaiki pencatatan keuangan pelaku usaha.

Hafas menekankan pentingnya hilirisasi agar hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Pengolahan di daerah dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja. Ke depan, ekonomi syariah diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal, memperkuat sumber daya manusia, mengoptimalkan digitalisasi, dan memperluas pasar produk Aceh untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....