Bank Sampah hingga Tumbler, Cara Sekolah di Banda Aceh Wujudkan Adiwiyata

  • 28 Jul 2026 11:19 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Program Adiwiyata sejatinya merupakan gerakan membangun budaya peduli lingkungan di sekolah, bukan sekadar mengejar penghargaan. Perubahan perilaku warga sekolah menjadi tujuan utama agar kepedulian lingkungan tumbuh secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Koordinator Adiwiyata SD Negeri 6 Banda Aceh, Mudassir, S.Pd., M.Pd., Gr dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu, 25 Juli 2026. Menurutnya, predikat Adiwiyata hanyalah pengakuan atas budaya peduli lingkungan yang telah dijalankan sekolah.

Mudassir menjelaskan, sebagian besar sekolah dasar di Banda Aceh sebenarnya sudah menerapkan budaya ramah lingkungan. Kebiasaan seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat listrik, dan menghemat air telah menjadi aktivitas sehari-hari.

Ia mengatakan, perbedaan sekolah Adiwiyata dengan sekolah lainnya terletak pada pemenuhan indikator penilaian dan kelengkapan dokumentasi. "Yang sering menjadi tantangan bukan pelaksanaannya, tetapi pendokumentasian kegiatan sebagai bukti penilaian," ujarnya.

Menurutnya, penilaian Adiwiyata tidak dilakukan berdasarkan kegiatan sesaat menjelang evaluasi. Tim penilai melihat rekam jejak sekolah melalui dokumentasi berbagai praktik baik yang telah dilakukan secara konsisten.

Budaya peduli lingkungan di SD Negeri 6 Banda Aceh mulai ditanamkan sejak siswa memasuki kelas satu. Materi pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan juga diperkenalkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mudassir mengatakan, sekolah membangun kebiasaan melalui keteladanan, pengawasan, serta saling mengingatkan antarsiswa. "Kami ingin anak-anak sadar menjaga lingkungan tanpa harus selalu ditegur guru," katanya.

Ia menambahkan, sekolah juga menerapkan pemilahan sampah, penggunaan tumbler, pengurangan plastik sekali pakai di kantin, serta pengelolaan bank sampah. Selain itu, budaya peduli lingkungan diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan didukung kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Banda Aceh.

Di akhir dialog, Mudassir mengajak seluruh sekolah di Banda Aceh mengikuti penilaian Adiwiyata. Ia berharap praktik baik yang telah dilakukan sekolah dapat terdokumentasi dengan baik sehingga memperoleh pengakuan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....