Karya Siswa Disabilitas Siap Tembus Pasar Global
- 11 Jul 2026 10:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Zulfikar Taqiuddin, S.Sn., M.T mendorong pengembangan karya siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi produk wisata unggulan melalui pendekatan desain inklusif. Gagasan tersebut disampaikan dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Minggu 5 Juli 2026.
Zulfikar mengatakan timnya rutin melakukan pemberdayaan dan pelatihan kepada siswa SLB, khususnya penyandang tunarungu. Menurutnya, para siswa memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggambar, membatik, menjahit, dan berbagai keterampilan kreatif lainnya.
"Mereka punya banyak kemampuan yang luar biasa. Namun selama ini hasilnya hanya sebatas tugas sekolah atau untuk mengikuti kompetisi. Mereka bahkan sering menang di tingkat nasional, tetapi setelah lulus banyak yang tidak diterima bekerja di lembaga-lembaga besar karena dianggap memiliki kekurangan, padahal kemampuan mereka sangat baik," ujar Zulfikar.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut mendorong lahirnya program yang menghubungkan karya siswa disabilitas dengan potensi Kampung Wisata Lubok Sukon. Menurutnya, hingga kini kawasan wisata tersebut belum memiliki produk khas yang dapat dijual kepada wisatawan, sehingga karya siswa SLB dinilai berpotensi menjadi suvenir unggulan berbasis budaya Aceh.
Zulfikar berharap pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar karya siswa berkembang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat konsep wisata inklusif. “Dengan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, hasil karya anak-anak disabilitas ini kita harapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas serta menjadi identitas baru bagi destinasi wisata daerah,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....