BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Bekas Lumpur Banjir Pidie Jaya
- 08 Jul 2026 08:23 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh berhasil memanen bawang merah yang dibudidayakan di lahan bekas lumpur banjir di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui sektor pertanian, Selasa 7 Juli 2026.
Panen bawang merah tersebut merupakan hasil program percontohan atau piloting yang digagas Bank Indonesia Perwakilan Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK), Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta kelompok tani setempat.
Lahan yang digunakan sebelumnya merupakan area persawahan yang tertutup endapan lumpur akibat banjir. Melalui pendampingan dari tim ahli Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, lahan seluas satu hektare tersebut berhasil dimanfaatkan kembali untuk budidaya bawang merah oleh Kelompok Tani Jaya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk pemulihan ekonomi dengan memanfaatkan potensi yang masih dapat dikembangkan di wilayah terdampak bencana.
"Kondisi pascabencana kita manfaatkan apa yang ada di lokasi bencana. Alhamdulillah hari ini kita panen bawang merah yang merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam program percontohan penanaman bawang merah, dan hasilnya sangat baik, ukuran bawangnya juga cukup besar," kata Agus.
Menurutnya, keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk kembali mengoptimalkan lahan pertanian yang sebelumnya terdampak bencana, sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Selain menjalankan program percontohan budidaya pangan, Bank Indonesia Aceh juga menyerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana kepada tujuh kelompok tani dan kelompok petambak garam di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi hand tractor cultivator, sarana budidaya bawang merah dan jagung, pupuk, sistem irigasi sprinkler, tunnel garam membran, pompa air, serta berbagai peralatan pendukung lainnya untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan pergaraman.
Melalui program ini, Bank Indonesia berharap pemanfaatan lahan pascabencana dapat terus dikembangkan sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....