Pengawasan Distribusi Pangan Aceh Diperketat Menjelang Iduladha
- 13 Mei 2026 13:37 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Pemerintah Aceh bersama sejumlah instansi terkait memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan distribusi pangan, operasi pasar murah, hingga penguatan cadangan beras di berbagai wilayah Aceh.
Hal itu disampaikan dalam dialog Banda Aceh Menyapa Pro 1 RRI Banda Aceh, Selasa (12/5/2026), yang menghadirkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Marzuki, S.E., M.M., Wakil Pemimpin Perum BULOG Kanwil Aceh Alhori, dan Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hendy Hadiyan.
Marzuki mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan pokok di 23 kabupaten/kota melalui sistem pemantauan harian yang menjadi acuan pengendalian inflasi daerah maupun nasional. Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga menjelang Idul Adha, seperti cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan beras. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar.
Menurutnya, beberapa daerah mencatat kenaikan harga cabai merah dan minyak goreng, sementara harga telur justru mulai menunjukkan penurunan dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap memberi perhatian khusus terhadap harga beras yang sebagian masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Pemerintah terus melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan agar tidak terjadi penimbunan maupun kenaikan harga secara sepihak,” kata Marzuki.
Ia menambahkan Pemerintah Aceh telah membentuk tim khusus pengawasan pangan yang melibatkan kepolisian, Dinas Pangan, Disperindag, dan BULOG guna memastikan distribusi berjalan lancar.
Selain pengawasan, Pemerintah Aceh juga akan menggelar pasar murah serentak di 23 kabupaten/kota pada 21–23 Mei 2026. Program tersebut menyediakan komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur dengan subsidi lebih dari 30 persen dari harga pasar.
“Pasar murah ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Adha dengan harga lebih terjangkau,” ujar Marzuki.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum BULOG Kanwil Aceh Alhori memastikan stok pangan, terutama beras, dalam kondisi sangat aman. Hingga pertengahan Mei 2026, cadangan beras BULOG Aceh mencapai sekitar 126 ribu ton, tertinggi sepanjang sejarah BULOG Aceh berdiri.
Ia menjelaskan stok tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh hingga akhir tahun. Bahkan, sebagian pasokan beras Aceh turut disalurkan ke provinsi tetangga yang mengalami defisit.
“Gudang kami saat ini penuh dan kami sampai menyewa gudang tambahan untuk menampung stok beras,” kata Alhori.
BULOG juga terus menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui kios pasar, gerakan pasar murah, serta bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh Aceh.
Selain itu, BULOG juga berencana membangun infrastruktur pangan baru di sejumlah daerah, termasuk gudang penyimpanan dan penggilingan padi modern atau Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Bireuen. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi pangan dan menyerap hasil panen petani lokal.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat tren inflasi Aceh terus membaik dalam beberapa bulan terakhir. Hendy Hadiyan menyebut inflasi Aceh pada April 2026 berada di angka 3,88 persen, turun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang sempat mencapai di atas enam persen.
Menurut Hendy, penurunan inflasi terjadi berkat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui operasi pasar, gerakan pangan murah, dan penguatan distribusi antarwilayah.
“Meski ada kenaikan harga BBM nonsubsidi dan tarif transportasi udara, harga komoditas pangan seperti cabai dan bawang masih dapat ditekan karena pasokan terjaga,” ujarnya.
Bank Indonesia juga mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS dalam pasar murah dan perdagangan harian. Selain mempermudah transaksi, penggunaan pembayaran nontunai dinilai dapat mengurangi persoalan uang kembalian dan meningkatkan keamanan transaksi.
Dalam dialog tersebut, Hendy turut mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak menjelang Idul Adha dengan membeli sesuai kebutuhan, memilih alternatif bahan pangan ketika harga naik, menghindari pemborosan, dan memanfaatkan transaksi digital.
Pemerintah Aceh berharap sinergi antara pemerintah daerah, BULOG, Bank Indonesia, dan pelaku usaha dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Hari Raya Idul Adha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....