Sekolah Rakyat Jadi Investasi Masa Depan Anak Bangsa
- 25 Jun 2026 18:20 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai menunjukkan harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar. Melalui konsep pendidikan berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini diharapkan mampu mencetak generasi tangguh yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut mengemuka dalam talkshow RRI Banda Aceh yang berlangsung di Sekolah Rakyat Sentra Darussa’adah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (19/6/2026), mengangkat tema “Dari Aceh Besar untuk Indonesia, Sekolah Rakyat Ditargetkan Cetak Generasi Tangguh.”
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Si., mengatakan program Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerah, terutama tingginya angka anak putus sekolah akibat faktor ekonomi.
Menurutnya, Aceh Besar masih memiliki ribuan anak usia sekolah yang belum terdata secara optimal dalam sistem pendidikan formal. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi.
“Program ini sangat positif karena memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ini juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” kata Rahmawati.
Ia menjelaskan, tingkat kemiskinan Aceh Besar saat ini masih berada di kisaran 11 persen. Karena itu, pemerintah daerah menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen strategis dalam menurunkan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Rahmawati menambahkan, sekolah tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibanding sekolah reguler. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, asrama, makan, hingga perlengkapan sekolah, ditanggung negara.
Selain itu, sistem pendidikan berasrama memungkinkan peserta didik memperoleh pembinaan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan hidup secara lebih intensif.
“Kalau sekolah reguler fokus pada pembelajaran formal, Sekolah Rakyat juga memberikan pembinaan karakter dan kemandirian yang lebih kuat karena siswa tinggal di asrama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida, A.KS., M.A., menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara ketat agar program benar-benar tepat sasaran.
Calon siswa berasal dari keluarga yang masuk kategori desil satu dan dua dalam data kemiskinan nasional. Verifikasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah calon peserta oleh pendamping sosial.
Menurut Nuraida, pendekatan tersebut penting untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga sekaligus mengukur komitmen anak dan orang tua terhadap pendidikan.
“Tidak hanya anak yang mendapatkan pendidikan, keluarganya juga akan mendapat program pemberdayaan ekonomi sehingga tujuan memutus mata rantai kemiskinan dapat tercapai,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah Rakyat Menengah 1 Darussa’adah, Ilza Satriadi, S.Pd., menyebutkan sekolah telah mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026.
Sebanyak 60 siswa baru akan bergabung dan sementara waktu menempati fasilitas Sekolah Rakyat Menengah 2 di Kota Malaka, Samahani, sebelum pembangunan lokasi permanen selesai.
Ilza mengatakan kesiapan sarana dan prasarana saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Fasilitas utama seperti ruang belajar, asrama, musala, dan kantin telah siap digunakan.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan tiga kurikulum sekaligus, yakni kurikulum persiapan, kurikulum nasional, dan kurikulum boarding atau keasramaan.
“Selain mengikuti pembelajaran formal, siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, penguatan literasi dan numerasi, kegiatan keagamaan, serta pendampingan dari wali asuh yang menggantikan peran orang tua selama mereka tinggal di asrama,” ujarnya.
Pola kehidupan siswa diatur secara disiplin mulai dari bangun sebelum subuh, salat berjamaah, belajar di kelas, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, hingga pengajian malam hari.
Menurut Ilza, pendekatan tersebut telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kedisiplinan dan kepercayaan diri peserta didik.
Dalam kesempatan itu, para narasumber sepakat bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan program dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga tujuan awalnya, yakni memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Rahmawati berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.
“Anak-anak Sekolah Rakyat adalah investasi masa depan keluarga dan daerah. Kesempatan yang diberikan negara hari ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengubah kehidupan mereka di masa mendatang,” katanya.
Melalui pendidikan yang menyeluruh, pembinaan karakter yang kuat, serta dukungan pemerintah dan masyarakat, Sekolah Rakyat di Aceh Besar diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu melahirkan generasi tangguh sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....