Libatkan Nelayan, Konservasi Laut Jadi Sumber Penghasilan Baru bagi Warga
- 30 Apr 2026 19:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Upaya konservasi ekosistem laut dinilai tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat lokal, khususnya nelayan. Hal ini disampaikan Marine Conservation Scientist Yayasan Sorce Konservasi Indonesia, Raja Adityya, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, pendekatan konservasi tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat berpartisipasi, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung. Pasalnya, nelayan memiliki ketergantungan tinggi terhadap aktivitas melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Tidak bisa kita hanya mengajak mereka ikut konservasi tanpa memberikan solusi ekonomi. Itu justru akan mengganggu mata pencaharian mereka,” ujarnya.
Sebagai solusi, pihaknya melibatkan masyarakat dengan cara memberdayakan mereka dalam kegiatan konservasi. Sejumlah nelayan direkrut dan dilatih untuk bekerja sebagai tenaga restorasi, seperti pembibitan karang, pembuatan struktur terumbu buatan, hingga perawatan ekosistem laut.
“Kami sudah melibatkan lebih dari 20 warga lokal. Mereka yang sebelumnya nelayan, sekarang kami pekerjakan dan digaji secara rutin,” kata Raja.
Selain itu, pendekatan lain yang dilakukan adalah mengembangkan konsep edukasi ekowisata berbasis konservasi. Dalam skema ini, masyarakat diajak memanfaatkan kawasan rehabilitasi terumbu karang sebagai destinasi wisata, seperti snorkeling dengan daya tarik visual berupa terumbu karang dan instalasi buatan di bawah laut.
“Kami tidak hanya menanam karang, tapi juga membuat media seperti patung atau struktur buatan yang menarik. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membawa wisatawan dan menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.
Raja menjelaskan, pendekatan tersebut memberikan dampak positif ganda. Dari sisi lingkungan, kondisi terumbu karang yang sebelumnya rusak mulai pulih dan kembali menjadi habitat bagi ikan. Sementara dari sisi ekonomi, hasil tangkapan nelayan meningkat seiring kembalinya populasi ikan di kawasan tersebut.
“Terumbu karang itu rumah bagi ikan. Ketika karang pulih, ikan kembali banyak. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan hasil tangkapan nelayan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan konservasi berbasis masyarakat ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan, selama ada pendekatan yang tepat dan berkelanjutan.
“Intinya adalah bagaimana menciptakan hubungan saling menguntungkan antara alam dan masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....