USK Kembangkan Bank Sampah dan Program Daur Ulang
- 20 Feb 2026 07:24 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala terus memperkuat program pengelolaan sampah melalui bank sampah dan kebijakan kampus hijau. Upaya ini mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu di Banda Aceh. Anggota Sustainable Development Goals Universitas Syiah Kuala, Dr. Rini Safitri, M.Si mengatakan kampus menerapkan pengurangan plastik dan pembatasan penggunaan kertas. Seluruh sivitas akademika didorong membawa tumbler sendiri.
Rini saat wawancara bersama RRI Sabtu 14 Februari 2026 menjelaskan, kampus memiliki rumah kompos untuk mengolah sampah organik. Sampah daun dan sisa makanan dimanfaatkan menjadi pupuk. Selain itu, limbah B3 dikelola melalui kerja sama pihak ketiga. Pengelolaan dilakukan sesuai standar lingkungan hidup.
USK juga menjalankan program daur ulang barang tidak terpakai. Perabot lama dimodifikasi menjadi fasilitas yang lebih bermanfaat. Menurutnya, penilaian kampus hijau mencakup pengurangan sampah dan nilai ekonomi hasil daur ulang. Setiap fakultas didorong aktif menjalankan program tersebut.
Rini menilai teknologi seperti Artificial Intelligence dan Internet of Things berpotensi membantu pemilahan sampah. Sistem pintar dapat mengoptimalkan proses pengangkutan. Ia menyebut peluang waste to energy tetap terbuka. Namun penerapannya harus mempertimbangkan aspek emisi dan keselamatan lingkungan.
USK juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberi masukan teknis. Sinergi akademisi dan pemerintah dinilai penting menghadapi tantangan sampah kota. Ia berharap pengelolaan sampah dapat menjadi peluang ekonomi bagi generasi muda. Kreativitas mengolah limbah dinilai mampu menciptakan nilai tambah.