Terapis Dukung Pendidikan Inklusif di Sekolah
- 17 Feb 2026 00:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Terapis berperan penting mendukung pendidikan inklusif di sekolah umum. Pendampingan dilakukan melalui asesmen dan penyusunan program sesuai kebutuhan anak.
Koordinator Terapi Bintang Kecil, Marsela Zein, S.Psi mengatakan setiap anak memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, proses asesmen menjadi langkah awal sebelum menentukan metode pembelajaran.
“Kami melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat kebutuhan dan hambatan anak,” ujarnya, Dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi, Minggu, 15 Februari 2026. Hasil asesmen menjadi dasar penyusunan program tambahan bagi siswa.
Menurutnya, program dirancang khusus bagi anak dengan keterlambatan belajar atau hambatan tertentu. Terapis kemudian berkolaborasi dengan guru dalam pelaksanaannya di sekolah.
Marsela menjelaskan asesmen dilakukan menggunakan instrumen khusus. Proses diawali dengan mengumpulkan keluhan dari guru maupun orang tua.
Keluhan tersebut dianalisis untuk mengetahui jenis hambatan yang dialami anak. Terapis menentukan kecenderungan kebutuhan berdasarkan hasil penilaian.
Jika sekolah belum memiliki fasilitas asesmen, terapis membawa instrumen sendiri. Pemeriksaan dapat dilakukan di sekolah mitra atau di pusat terapi.
Ia mencontohkan penilaian dilakukan untuk melihat kecenderungan hambatan belajar tertentu. Hasil itulah yang menjadi patokan penyusunan metode pembelajaran.
“Setelah asesmen, kami susun program dan berikan kepada guru pendamping untuk diterapkan,” katanya. Ia menegaskan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....