Pengasuhan Keluarga Berkualitas Menguat di Momentum Ramadan
- 10 Feb 2026 08:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh –Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan emas bagi keluarga untuk memperbaiki pola pengasuhan terhadap perempuan dan anak. Nilai-nilai kesabaran, empati, serta keteladanan yang menguat selama Ramadan dinilai sangat relevan dalam membangun lingkungan keluarga yang aman, hangat, dan berkeadilan.
Hal tersebut mengemuka dalam program Dialog Perlindungan Perempuan dan Anak yang disiarkan dari Banda Aceh, dengan menghadirkan psikolog sekaligus konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Banda Aceh, Lisdayani, M.Psi, serta Dr. H. Rahmatillah, S.Ag., M.Pd., Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Pada Senin (9/2/2026)
Lisdayani menegaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi orang tua untuk memperkuat keterikatan emosional dengan anak. Menurutnya, rutinitas bersama seperti sahur, berbuka, dan salat berjamaah dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih terbuka dan penuh empati.
“Pengasuhan yang berkualitas tidak selalu soal materi, tetapi tentang kehadiran orang tua secara emosional. Ramadan memberi ruang bagi keluarga untuk lebih banyak bersama, mendengar, dan memahami kebutuhan anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi dan kelelahan selama puasa kerap memicu konflik dalam keluarga. Karena itu, orang tua diharapkan mampu mengelola emosi dan menjadikan Ramadan sebagai latihan kesabaran agar terhindar dari pola pengasuhan yang keras, termasuk kekerasan verbal maupun fisik.

Sementara itu, Dr. H. Rahmatillah menekankan bahwa ajaran Islam menempatkan pengasuhan keluarga sebagai amanah besar. Ramadan, menurutnya, mengajarkan nilai kasih sayang (rahmah), tanggung jawab, dan keteladanan yang harus diwujudkan dalam kehidupan rumah tangga.
“Islam menegaskan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Ramadan mengajarkan kita untuk menjadi teladan—dalam ucapan, sikap, dan perlakuan—terutama kepada perempuan dan anak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga kewajiban moral dan keagamaan. Oleh karena itu, penguatan peran ayah dan ibu dalam pengasuhan yang adil, saling menghormati, dan bebas kekerasan perlu terus digaungkan, khususnya di bulan Ramadan.
Dialog tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara keluarga, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam mencegah kekerasan serta meningkatkan kualitas pengasuhan. Kehadiran layanan seperti PUSPAGA dinilai strategis dalam memberikan pendampingan psikologis dan edukasi parenting kepada masyarakat.
Melalui momentum Ramadan, para narasumber berharap keluarga di Aceh dapat menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal membangun pola pengasuhan yang lebih sehat, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi perempuan dan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....