Praktisi Lingkungan: Mitigasi Bencana di Aceh Sangat Penting

  • 09 Jan 2026 14:28 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Intensitas hujan ekstrem yang terjadi di Aceh dalam beberapa waktu terakhir adalah dampak langsung dari perubahan iklim drastis. Hal ini turut meningkatkan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.

Praktisi lingkungan dan kebencanaan, Muntazar, ST, M.Ling, mengatakan pola curah hujan saat ini berbeda dari data 10 hingga 20 tahun lalu. “Kalau kita lihat data lama, tidak pernah ada curah hujan sampai 300 milimeter per hari. Tapi sekarang sudah terjadi dan berlangsung hingga 8 hari,” ujar Muntazar kepada RRI Banda Aceh, Sabtu (3/1/2025).

Muntazar menjelaskan, perubahan suhu ekstrem akibat efek rumah kaca memicu pergerakan udara yang lebih kuat. Pergerakan tersebut membentuk awan siklon berukuran besar dan menyebabkan hujan deras berkepanjangan.

“Perbedaan suhu yang semakin ekstrem membuat angin bergerak lebih kencang dan awan terkumpul di satu wilayah. Akibatnya, hujan tidak bergerak dan turun terus-menerus,” jelas Muntazar dalam program Green Radio RRI.

Muntazar mengingatkan, tanpa upaya mitigasi yang serius, kejadian cuaca ekstrem berpotensi terulang bahkan dengan dampak yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Aceh berada di wilayah rawan bencana, baik gempa maupun cuaca ekstrem. Karena itu mitigasi bencana harus terus disosialisasikan dan menjadi perhatian bersama,” kata Muntazar. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan penyebaran informasi yang cepat dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....