Warisan Arsitektur Aceh Berpeluang Besar Menarik Pasar Global
- 21 Jul 2026 08:53 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Nilai budaya dan kearifan lokal Aceh dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar internasional, khususnya dalam sektor jasa arsitektur. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan bahasa asing, pemanfaatan teknologi digital, serta penguasaan konsep desain yang kuat.
Wakil Ketua Arsitek Muda Aceh, Ferian Yavis Pradika, mengatakan klien luar negeri tidak hanya tertarik pada bentuk fisik bangunan tradisional, tetapi juga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
"Yang mereka cari sekarang bukan sekadar bentuk rumah adatnya, tetapi nilai-nilai yang ada di balik arsitektur tersebut, seperti ketahanan terhadap bencana, konsep ruang, dan budaya masyarakatnya," kata Ferian dalam Dialog Beranda Asta Cita Ekonomi Digital RRI Banda Aceh, Jumat 10 Juli 2026.
| Baca juga: Kelestarian Terumbu Karang Perlu Dijaga |
Ia mencontohkan rumah Aceh yang memiliki konstruksi panggung tinggi dan terbukti tangguh menghadapi bencana menjadi salah satu daya tarik bagi komunitas arsitektur internasional.
Menurut Ferian, tren arsitektur global saat ini lebih mengutamakan konsep dibanding sekadar tampilan bangunan.
"Di luar negeri mereka lebih menghargai ide dan konsep. Bukan hanya bangunan yang indah, tetapi bagaimana ruang itu memberikan kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.
Selain konsep, kemampuan berbahasa Inggris, terutama speaking, menjadi syarat penting dalam menjalin komunikasi dengan klien asing.
"Listening dan reading saja belum cukup. Yang paling penting adalah speaking, karena kita harus bisa menyampaikan ide secara jelas dalam waktu yang singkat," katanya.
Ferian juga mendorong arsitek muda memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti kreativitas.
"AI jangan menggantikan ide kita. Jadikan AI sebagai asisten untuk mempercepat pekerjaan, sementara konsep dan gagasan tetap berasal dari diri kita sendiri," katanya.
Ia menilai perkembangan ekonomi digital membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku jasa kreatif Aceh untuk memasuki pasar internasional melalui platform digital, sayembara desain global, hingga kolaborasi lintas negara.
Meski demikian, Ferian mengingatkan para profesional muda agar tetap memiliki fondasi yang kuat, mulai dari kemampuan teknis, pemasaran, hingga membangun identitas profesional.
"Digital memberi peluang besar karena karya bisa diduplikasi tanpa biaya produksi tambahan. Tetapi kita tetap harus memiliki kemampuan dasar, kantor, tim, dan aset nyata sebagai penopang bisnis jangka panjang," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....