Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Harga Sayur Petani Boyolali
- 22 Apr 2026 02:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Petani di wilayah Selo Boyolali merasakan kenaikan pendapatan akibat lonjakan permintaan komoditas sayur pada program nasional.
- Implementasi program asupan nutrisi pemerintah secara efektif berhasil mendorong kenaikan harga jual brokoli hingga sebesar 30 persen.
- Masyarakat produsen merasa terbantu karena anggaran uang saku harian keluarga menjadi jauh lebih ringan berkat makan gratis.
RRI.CO.ID, Boyolali - Program Makan Bergizi Gratis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para petani sayur di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Kenaikan permintaan pasar turut memicu stabilitas harga komoditas pertanian hingga membawa dampak positif bagi pendapatan masyarakat lokal.
Kebijakan pemerintah pusat ini membuat banyak hasil bumi seperti sayuran brokoli semakin terserap secara maksimal oleh konsumen. Para petani merasakan semangat bertani mereka kembali tumbuh seiring adanya perbaikan kondisi finansial pada tingkat rumah tangga.
Eko, petani sayur di kawasan Selo Boyolali, menginformasikan dampak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan bahwa berbagai komoditas seperti bawang merah sekarang sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.
“Ya Alhamdulillah adanya Program MBG itu sangat berpengaruh bagi petani. Permintaan pasarnya tinggi sekarang. Harganya juga sekarang lumayan bagus. Untuk permintaan ke brokoli sendiri sekarang lumayan tinggi mas. Jadinya petani lebih semangat untuk bertani,” ujar Eko sebagaimana dikutip dari Bakom RI, Selasa, 21 April 2026.
Petani sayur wilayah Selo lainnya bernama Suwarno mengungkapkan hal senada mengenai perubahan harga hasil pertanian mereka saat ini. Suwarno menyampaikan hal tersebut saat ditemui di wilayah Selo Kabupaten Boyolali.
“Mungkin dengan adanya MBG itu sangat-sangat berdampak mas. Karena apa? Kita selaku petani juga terdampak dengan harga. Harganya itu sebelum ada MBG belum begitu naik. Tapi setelah ada MBG itu ada perkembangan kenaikan harga. Jadi petani itu sangat terasa ada kenaikan harganya gitu,” ujarnya.
Peningkatan nilai jual barang di pasaran tersebut membuat tingkat kesejahteraan hidup para petani sayur menjadi lebih baik. Harga yang dulu sempat stagnan kini menunjukkan tren positif sehingga mampu menjaga kelangsungan usaha tani masyarakat lereng Merapi.
“Ya kurang lebih sekitar 20 sampai 30 persen itu ada kenaikan. Nanti tinggal disesuaikan dengan pasaran di Induk gitu,” katanya.
Seluruh pelaku usaha pertanian berharap penuh agar pelaksanaan program makan bergizi terus berjalan lancar dalam jangka waktu panjang. Keberlanjutan inisiatif strategis ini dipandang sebagai kunci utama untuk tetap mempertahankan stabilitas permintaan hasil bumi dari pedesaan.
“Ya harapannya semoga saja (MBG) bisa berjalan gitu. Itu juga bisa membawa efek kenaikan petani langsung mas. Kita selaku petani ya harapannya (MBG) jangan sampai berhenti gitu aja,” ujarnya.
Masyarakat petani sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena sudah menciptakan solusi nyata melalui kebijakan sosial ini. Program unggulan tersebut dinilai sangat efektif untuk mengangkat nilai jual aneka jenis sayuran segar di tingkat produsen langsung.
“Kami selaku petani itu mengucapkan sangat-sangat berterima kasih kepada pemerintah, kepada Bapak Prabowo Presiden Republik Indonesia yang menciptakan program MBG. Pada intinya bisa mengangkat harga sayur dari petani,” ujarnya.
Suwarno merasa sangat terbantu secara ekonomi karena anak serta cucu mendapatkan asupan nutrisi berkualitas setiap harinya secara gratis. Dampak positif lain adalah berkurangnya biaya pengeluaran rumah tangga terutama untuk keperluan uang saku sekolah bagi putra mereka.
“Dengan adanya MBG itu bisa mengurangi uang saku untuk tiap harinya. Kami sangat-sangat mengucapkan terima kasih dengan adanya program ini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....