Dapur MBG Beri Harapan bagi Pekerja Penyandang Disabilitas

  • 25 Feb 2026 04:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Sukoharjo – Keterbatasan fisik tidak menjadi alasan bagi seorang untuk menyerah. Semangat Latifah Kurniawati (26) terus membara, meski tubuh mungilnya kadang menyulitkan langkahnya.

Di usia yang masih muda, ia sudah memikul tanggung jawab besar, membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum bekerja di SPPG Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Latifah berjualan makanan secara online dari rumah.

Ia menjajakan cilok dan jajanan lain dengan sistem pre-order, meski penghasilannya tidak menentu. “Sistemnya PO, jadi sehari ada yang beli ada yang enggak. Kadang bisa 150,” kata Latifah, saat ditemui di rumahnya yang tak jauh dari dapur MBG Polokarto, Senin 23 Februari 2026.

Penghasilan yang tak pasti itu, membuatnya terus berharap pada pekerjaan yang lebih stabil. Kesempatan datang ketika SPPG dekat tempat tinggalnya membuka lowongan kerja.

Awalnya sang ibu yang mendaftar. Namun karena usia tidak memenuhi syarat, Latifah menggantikannya.

“Alhamdulillah diterima. Awalnya diwawancara, saya menjawab apa adanya, ya Alhamdulillah diterima,” kenangnya.

Latifah kemudian diterima sebagai petugas kebersihan di SPPG Polokarto. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan juga ruang untuk tumbuh dan membangun rasa percaya diri.

“Alhamdulillah senang banget bisa kerja di SPPG, karena tempatnya dekat, teman-temannya juga baik-baik,” tuturnya.

Latifah adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih duduk di bangku TK. Dua kakaknya kini merantau, satu di Sumatera dan satu di Sulawesi, sementara ia tinggal bersama ibunya.

Dari gaji yang diterimanya setiap bulan, Latifah kini dapat membantu kebutuhan makan sehari-hari di rumah. Ia pun merasakan kebahagiaan sederhana yang dulu terasa jauh dari jangkauannya.

Sepeda listrik yang dikendarainya, bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kemandirian dan hasil dari kerja kerasnya sendiri. Di lingkungan kerja yang suportif, Latifah juga menemukan ruang bersosialisasi dan rasa kebersamaan.

Ia pun sempat menyampaikan harapan, agar program ini terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga program ini bisa berjalan terus sampai tidak ada batas waktunya. Semoga ini bisa bermanfaat untuk semua warga Indonesia ini. Terima kasih untuk Pak Prabowo, saya sangat senang bekerja di sini, di SPPG ini. Semoga program ini berjalan terus,” harapnya.

Kisah Latifah menjadi bukti, bahwa dapur MBG bukan hanya menghadirkan layanan gizi bagi masyarakat. Tetapi juga membuka ruang kesempatan kerja yang inklusif, bahkan memberi harapan baru, bagi mereka yang kerap dipandang memiliki keterbatasan.

Rekomendasi Berita