Menkop: Torasera di Probolinggo Jadi Penggerak Ekonomi Desa

  • 16 Feb 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Salah satunya melalui peresmian Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah di lPondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Torasera akan berperan sebagai pusat distribusi dan penyerapan hasil produksi masyarakat desa. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memperkuat rantai pasok koperasi sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Program ini merupakan bagian dari target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Data Kementerian Koperasi menunjukkan sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum.

“Sebanyak 30 ribu unit ditargetkan rampung dan siap operasional pada April 2026. Selanjutnya, pembangunan akan terus berlanjut hingga mencapai target nasional,” kata Ferry lewat keterangannya, Senin, 16 Februari 2026.

Menkop menekankan bahwa keberadaan Torasera memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi (hub) dan integrator dalam ekosistem koperasi. Selain menyuplai kebutuhan barang ke koperasi desa.

Torasera juga berfungsi sebagai off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM.

“Melalui Torasera, produk-produk masyarakat desa dapat dihimpun, dikelola, dan didistribusikan secara lebih luas. Ini akan mendorong perputaran ekonomi di desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini mengatakan, Torasera Nurja Berkah diharapkan menjadi penggerak ekosistem koperasi desa. Khususnya di wilayah Paiton dan sekitarnya.

“Torasera ini bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi pendukung ekosistem Kopdes Merah Putih. Dan mendorong produk unggulan Kabupaten Probolinggo dikenal lebih luas,” ujarnya.

Pengelola Ponpes Nurul Jadid menyebut Torasera Nurja Berkah dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan koperasi desa dengan pasar. Sekaligus memperluas akses pemasaran bagi produk masyarakat.

Rekomendasi Berita