‎Keterbatasan Lahan Hambat Pembangunan Gerai Koperasi Merah-Putih

  • 20 Nov 2025 11:50 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Keterbatasan lahan menjadi salah satu hambatan yang kerap dikeluhkan desa-desa di Kabupaten Malinau untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah-Putih (KDMP). Kondisi ini menyebabkan sejumlah desa belum menunjukan progres signifikan dalam pengadaan gerai usaha pasca pembentukan KDMP.

‎Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau, Melani Indah, menjelaskan bahwa persoalan lahan terjadi di beberapa desa relokasi. Ia mencontohkan Temalang dan Pelencau, yang kini berada di lokasi baru sehingga memiliki keterbatasan ruang untuk menyediakan lahan gerai koperasi.

‎Menurut Melani, desa-desa tersebut belum menemukan lahan yang memungkinkan karena wilayah baru mereka tidak seluas pemukiman asal. “Mereka menyampaikan tidak punya lahan desa yang bisa dijadikan lokasi gerai, karena posisi relokasi membuat ruangnya terbatas,” ujarnya.

‎Kendala serupa juga ditemukan di desa yang berada di wilayah perkotaan, seperti Pelita Kanaan. Melani menyebutkan bahwa perkembangan pemukiman dan minimnya tanah desa membuat mereka kesulitan menentukan lokasi yang memenuhi syarat minimal.

‎Di beberapa desa, lahan yang disampaikan juga tidak memenuhi spesifikasi. Melani menyebutkan bahwa sebagian luas lahan yang dilaporkan bahkan tidak mencapai spesifikasi minimum yang ditetapkan untuk pembangunan gerai usaha.

‎"Luasan ideal atau minimal itu kan 1.000 meter ya, bisa 25x40 meter atau 50x20 meter, sebagai standar minimal untuk satu gerai," imbuhnya. Sejauh ini, hanya 12 desa yang telah menyampaikan lahan sesuai spesifikasi, seperti Malinau Hilir, Malinau Kota, Kuala Lapang, Belayan, Malinau Seberang, Paya Seturan, Long Adiu, dan Punan Adiu.

‎Dua desa terakhir membentuk satu KDKMP karena tergabung dalam satu koperasi desa. Dari total 109 desa di Kabupaten Malinau, jumlah koperasi yang terbentuk menjadi 108 unit.

‎Melani mengungkapkan bahwa dari seluruh desa tersebut, baru beberapa yang siap memulai pembangunan. Tiga desa tercatat sudah didukung dalam aplikasi Agrinas, yakni Kuala Lapang, Malinau Kota, dan Langap.

‎"Loreh belum didukung, tapi lagi berproses, Kalau Malinau Hilir sedang siapkan lahan untuk dibersihkan dan ditimbun, namun sudah jadi catatan untuk pembangunan, yang sudah peletakan batu pertama itu Kuala Lapang dan Malinau Kota," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....