Astha Dewata Craft, Seni Gerabah Bali Bangkitkan Ekraf
- 10 Nov 2025 17:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Badung: Program Astha Dewata Craft di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menjadi langkah nyata revitalisasi seni kriya Bali. Inisiatif ini mendorong kebangkitan ekonomi kreatif berbasis tradisi melalui kolaborasi antara Undiksha dan kelompok pengrajin WK Gerabah.
Program ini menghidupkan kembali motif gerabah khas Bali yang terinspirasi dari filosofi Astha Dewata. Delapan manifestasi Dewa itu menjadi simbol harmoni dan keseimbangan alam dalam karya kriya.
Kegiatan berlangsung sejak Oktober hingga November 2025 dan dipimpin oleh Dr. I Gusti Agung Ayu Wulandari. Ia dibantu tim lintas disiplin dari Undiksha dan seniman kriya ISI Denpasar.
Pelatihan mencakup empat bidang utama, yaitu desain motif, manajemen usaha kreatif, media digital, dan pameran seni kriya. Program ini diikuti pengrajin lokal serta generasi muda Desa Kapal yang tertarik menekuni kembali kriya gerabah.
Menurut Dr. Wulandari, kegiatan ini bukan sekadar pelestarian, tetapi juga transformasi seni tradisi agar relevan dengan pasar modern. Ia menegaskan, inovasi desain berbasis nilai budaya dapat meningkatkan daya saing ekonomi gerabah Bali.
Pelatihan desain difasilitasi Prof. Dr. I Wayan Mudra, M.Sn., dengan hasil delapan motif baru bertema Astha Dewata. Motif tersebut diterapkan pada kendi, paso, vas, dan hiasan dinding bernilai fungsional serta estetis.

Program Astha Dewata Craft di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menjadi langkah nyata revitalisasi seni kriya Bali (Foto: Dokumentasi Narasumber)
Pelatihan manajemen usaha oleh Dr. Gst. Ayu Ketut Rencana Sari Dewi, S.E., M.Si. memperkuat literasi keuangan dan kemampuan branding pengrajin. Sementara itu, pelatihan media digital berfokus pada promosi lewat media sosial dan katalog digital.
Program yang didukung DPPM Kemdiktisaintek ini menunjukkan hasil menggembirakan. Delapan desain baru menjadi inovasi kriya Bali yang memadukan tradisi dan estetika modern bernilai ekonomi tinggi.
Pameran seni kriya di akhir program menampilkan karya hasil pelatihan dengan konsep kontemporer. Setiap produk menggambarkan perpaduan indah antara filosofi budaya Bali dan kreativitas modern.
“Kami ingin Desa Kapal dikenal bukan hanya sebagai desa gerabah, tetapi juga desa kreatif,” ujar Dr. Wulandari. Ia berharap masyarakat dapat melestarikan budaya sekaligus menumbuhkan ekonomi berbasis kriya.
Program ini akan berlanjut dengan pelatihan pewarnaan alami dan pembakaran modern. Kolaborasi dengan sektor pariwisata juga akan memperkuat pembentukan wirausaha muda kriya di Bali.
Astha Dewata Craft menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi, seni kriya Bali kini menapaki babak baru menuju ekonomi kreatif berkelanjutan.