Emisi Kereta Api Jauh Lebih Efisien selama Angkutan Lebaran 2026
- 08 Apr 2026 02:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) merilis data estimasi emisi selama periode libur panjang angkutan lebaran.
- Kendaraan bermotor pribadi tercatat menghasilkan jejak emisi jauh lebih tinggi daripada moda transportasi publik berbasis rel.
- KAI secara resmi terus menggalakkan penggunaan teknologi operasional yang mendukung efisiensi karbon untuk keberlangsungan lingkungan alam.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat estimasi emisi karbon sebanyak delapan juta kilogram selama angkutan Lebaran 2026. Perusahaan tersebut mengatakan layanan kereta api jauh lebih efisien untuk mengendalikan tingkat emisi nasional pada masa sekarang.
Pihak manajemen menginformasikan emisi transportasi publik ini mencapai total 8.928.821 kg CO₂e selama waktu mudik. Informasi kinerja operasional tersebut disampaikan pada Selasa, 7 April 2026.
“Setiap pelanggan yang memilih kereta api turut mengambil peran dalam menekan emisi karbon. Dalam skala jutaan perjalanan, pilihan ini memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta.
Mobil dengan kapasitas mesin 3000 cc membuang gas buang sebesar 41.588.851 kg CO₂e selama momen angkutan hari raya. Sementara kendaraan pribadi berkapasitas mesin 1000 cc justru menghasilkan 20.590.136 kg CO₂e jika dipacu pada rute yang sama.
KAI sukses melayani 4.246.274 penumpang selama musim libur panjang meskipun tingkat volume keberangkatan melonjak sangat signifikan. Jumlah keterisian penumpang terpantau menyentuh 118,9 persen dari kuota 3.571.760 tempat duduk yang disediakan.
“Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengetahui estimasi emisi dari perjalanan yang dilakukan. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa setiap perjalanan memiliki dampak, dan kereta api memberikan pilihan dengan emisi yang lebih rendah,” ucapnya.
Emisi karbon lintasan Surabaya Gubeng menuju Ketapang hanya mencapai 2,94 kg CO₂e dengan memakai armada transportasi massal kereta. Mobil pribadi rute tersebut justru menyumbang karbon hingga 8,79 kg CO₂e pada waktu tempuh yang dilewati pemudik.
KAI menyediakan stasiun air minum gratis agar penumpang tidak lagi menggunakan botol plastik sekali pakai demi menjaga lingkungan. Pihak manajemen pun mengoperasikan pemeriksaan wajah sebagai upaya menekan pencetakan tiket dari bahan baku kertas selama proses boarding.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih kereta api selama Angkutan Lebaran 2026. Setiap perjalanan yang dilakukan menjadi kontribusi bersama dalam menekan emisi karbon dan menjaga lingkungan tetap berkelanjutan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....