Arus Balik Lebaran, Terminal Pulo Gebang Perketat Uji Kelayakan Bus

  • 28 Mar 2026 11:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemeriksaan kelayakan bus dilakukan setiap hari hingga akhir arus balik untuk memastikan keamanan armada.
  • Jika ditemukan kendala teknis, bus tidak diizinkan beroperasi dan harus diganti dengan yang layak.
  • Terminal menyediakan fasilitas penunjang dan memastikan pelayanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kelayakan armada bus yang beroperasi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, dipastikan dalam kondisi aman selama arus balik Lebaran 2026. Demikian disampaikan oleh Komandan Regu Terminal Pulo Gebang, Daryanto.

Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara rutin melalui program ramp check yang melibatkan berbagai pihak terkait. Hal ini untuk memastikan seluruh bus yang beroperasi memenuhi standar keselamatan.

"Pemeriksaan kelayakan bus ini merupakan program rutin yang terus dilaksanakan. Bahkan sampai tanggal 29 nanti, kami masih melakukan pengecekan untuk memastikan armada yang beroperasi benar-benar layak jalan," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas armada dalam kondisi baik. Namun, apabila ditemukan kendala teknis, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan mengganti armada tersebut.

Selain kendaraan, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian utama dalam pengawasan. Seluruh sopir dipastikan dalam kondisi fit sebelum menjalankan perjalanan.

Ia menambahkan, selama periode mudik hingga arus balik, pihak terminal belum menerima laporan kendala berarti. Hal ini tidak terlepas dari sinergi dengan berbagai instansi pendukung.

"Alhamdulillah sampai saat ini semuanya berjalan lancar. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan unsur terkait lainnya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ucapnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan prediksi puncak arus balik angkutan darat terjadi pada 24-25 Maret. Serta kembali meningkat pada periode 28-29 Maret.

Ia menjelaskan lonjakan pertama terjadi karena pemudik mengejar waktu masuk kerja setelah libur Lebaran. Sementara gelombang berikutnya berasal dari masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan. Termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional guna membantu kelancaran perjalanan arus balik masyarakat.

"Jadi harapan kita tadi, seperti memberlakukan one way nasional itu untuk membantu para masyarakat yang melakukan arus balik. Yang paling penting adalah selamat sampai dengan tujuan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....