BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Pemudik Diminta Waspada saat Berkendara
- 27 Mar 2026 06:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta pemudik waspada cuaca ekstrem, memastikan kendaraan laik, dan mengurangi kecepatan saat hujan.
- Gelombang 1,25–2,5 meter di Samudera Hindia serta awan cumulonimbus berpotensi terjadi di Jawa, Sumatera, hingga Indonesia timur.
- Jalur Puncak-Cianjur rawan kabut tebal dan bencana; pengendara diminta menyalakan lampu, jaga jarak, dan utamakan keselamatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem saat arus balik Lebaran 2026. Demikian disampaikan oleh Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klematologi dan Geofisika (BMKG), Nur Rahmat Jatmiko.
Ia meminta agar masyarakat memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat. Selain itu, pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan saat hujan lebat karena berisiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan.
"Imbawan kepada para pemudik dalam perjalanan nanti akan menghadapi cuaca ekstrim sehingga harus diantisipasi. Pastikan kondisi kendaraan cukup baik," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 26 Maret 2026.
BMKG mencatat tinggi gelombang di Samudera Hindia, khususnya barat Sumatera hingga selatan Jawa. Terutama Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Menurutnya, kondisi ini dinilai cukup signifikan dan perlu diantisipasi oleh pengguna transportasi laut. Sementara itu, potensi awan cumulonimbus yang dapat memicu cuaca ekstrem juga terpantau di sejumlah wilayah.
Diantaranya, Sumatera bagian barat, sebagian besar Pulau Jawa, serta beberapa wilayah di Sulawesi, Maluku, hingga Papua. "Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini," ucapnya.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mencatat cuaca ekstrem yang masih melanda jalur utama Cianjur harus diwaspadai. Terutama bagi pengendara pemudik tujuan balik karena setelah hujan deras jalur Puncak kerap tertutup kabut tebal.
"Pengendara diminta berhati-hati dan waspada saat melintas di Jalur Puncak-Cianjur. Selain banyak titik rawan bencana termasuk pohon tumbang, saat kabut turun menghalangi jarak pandang pengendara," ujarnya.
Pengendara diminta menyalakan lampu utama saat kabut turun di jalur Puncak, serta menjaga jarak aman dan menahan laju kendaraan. Hal ini berguna menghindari hal yang tidak diinginkan atau berhenti di tempat aman sampai cuaca kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....