BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

  • 26 Mar 2026 14:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 26-29 Maret 2026.
  • Siklon Tropis Narelle (17.2°LS, 120.4° BT) di Samudra Hindia barat laut Australia dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 26-29 Maret 2026. Siklon Tropis Narelle (17.2°LS, 120.4° BT) di Samudra Hindia barat laut Australia dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 7-21 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 8-26 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Laut Flores, dan Laut Banda.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep.Nias dan Samudra Hindia barat Kep.Mentawai. "Hal yang sama juga dapat terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten," jelas Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BMKG dalam siaran pers, Kamis 26 Maret 2026.

Begitu juga di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Laut Jawa bagian timur, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian barat, Samudra Hindia selatan NTT dan Samudra Hindia selatan NTB. Laut Flores, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Samudra Pasifik utara Papua.

Sedangkan, gelombang yang lebih tinggi 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, dan Samudra Hindia selatarı Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan Bali. Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m). Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), dan Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).

Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (rel)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....