Rindu Terbayarkan Melalui Perjalanan Kereta Sugiyatmi saat Lebaran
- 26 Mar 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sugiyatmi menggunakan kereta api saat arus balik karena dinilai lebih cepat dan terhindar dari kemacetan
- Momen mudik selama satu minggu dimanfaatkan untuk bertemu anak, cucu, serta keluarga besar di Klaten
- Pengalaman mudik dengan kereta api dinilai nyaman dan menyenangkan dengan fasilitas yang tetap baik
RRI.CO.ID, Bekasi - Pagi itu di Stasiun Bekasi, Sugiyatmi tampak menenteng tas sederhana. Wajahnya menyimpan lelah sekaligus bahagia setelah perjalanan panjang.
Perempuan itu baru kembali dari kampung halamannya di Klaten, Yogyakarta. Selama sepekan, ia melepas rindu bersama anak dan cucunya.
“Kangen saja sama mereka. Banyak keluarga di sana,” ujarnya seraya melempar senyum saat mengingat kebersamaan itu.
Bagi Sugiyatmi, mudik bukan sekadar perjalanan tahunan biasa. Momen itu adalah waktu berharga untuk merawat hubungan keluarga.
Ia memilih kereta api sebagai teman perjalanan menuju kampung halaman. Baginya, kereta memberi rasa tenang di tengah padatnya arus mudik.
“Kalau naik kereta itu enak. Tidak kena macet,” ucapnya.
Ia merasa perjalanan jadi lebih pasti dan tidak melelahkan. Selama di kampung, hari-harinya diisi canda bersama cucu.
Ia juga berkumpul dengan saudara yang jarang ditemui. Namun, waktu cepat berlalu dan ia harus kembali ke rutinitas.

Ia mengatakan, alasan kembali setelah Lebaran karena menyesuaikan waktu libur anaknya yang berprofesi sebagai seorang guru. Kesehariannya di rumah yakni mengasuh sang cucu, sehingga memanfaatkan waktu libur untuk pulang kampung.
“Karena kebetulan pas libur, anak saya kan guru, ya, jadi nggak ada waktu untuk libur. Karena saya di rumah itu momong cucu, jadi ada waktu libur, yaudah saya manfaatin aja untuk pulang,” katanya.
Meski perjalanan terasa menyenangkan, ada tantangan tersendiri yang ia hadapi. Tiket kereta harus diburu jauh hari, bahkan hingga begadang.
Namun, hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk mudik. “Kadang harus begadang supaya dapat tiket,” katanya, sambil tertawa ringan.
Bagi Sugiyatmi, semua lelah itu terbayar saat bertemu keluarga. Kereta bukan sekadar alat transportasi, tetapi penghubung rindu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....