Kakorlantas Pastikan Arus Balik di Solo Raya Masih Terkendali

  • 25 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arus balik di Solo Raya terpantau terkendali, meski sempat padat pada puncak 24 Maret 2026 One way nasional KM 414–
  • One way nasional KM 414–263 dicabut, sementara one way lokal KM 263–70 masih diberlakukan
  • Puncak arus balik capai 256 ribu kendaraan, fatalitas turun hingga sekitar 28–30 persen

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan arus balik Lebaran di Solo Raya masih terkendali. Pemantauan tersebut dilakukan di Pos Terpadu Kartosuro, Rabu, 25 Maret 2026, yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan.

Ia menyebut Kartosuro menjadi titik strategis karena mempertemukan arus dari Jawa Timur, Solo Raya, dan Yogyakarta. Kondisi ini membuat wilayah tersebut menjadi perhatian utama dalam pengelolaan arus balik Lebaran.

“Kami mengecek langsung Pos Terpadu Kartosuro yang menjadi pertemuan arus dari berbagai wilayah. Laporan di lapangan menunjukkan kondisi arus lalu lintas saat ini cukup terkendali,” ujarnya kepada media di Pos Pengamanan Polres Sukoharjo, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, arus lalu lintas mulai landai setelah evaluasi bersama jajaran Korlantas dan Polda dilakukan. Kondisi tersebut menjadi dasar penyesuaian rekayasa lalu lintas di jalur tol.

“Setelah evaluasi, kami melihat arus mulai landai sehingga dilakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas. One way dari KM 414 hingga KM 263 kami cabut dan dibuka normal,” ucapnya.

Namun, ia menegaskan skema one way lokal masih diberlakukan pada ruas tertentu menuju Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di titik krusial.

“Untuk KM 263 hingga KM 70 masih diberlakukan one way lokal tahap kedua. Hal ini untuk mengelola arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Ia mengungkapkan puncak arus balik mencapai 256.388 kendaraan dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut meningkat sekitar 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengelolaan arus dilakukan melalui berbagai skenario termasuk one way lokal dan tol fungsional Japek II. Langkah ini dinilai efektif menjaga arus tetap terkendali meski sempat terjadi kepadatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....