Kakorlantas: One Way Nasional Berjalan Efektif, Arus Balik Tetap Terkendali

  • 24 Mar 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • One way nasional di KM 414 Kalikangkung dinilai efektif mengendalikan arus balik Lebaran
  • Rekayasa lalu lintas bertahap dan contraflow diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan
  • Polri imbau masyarakat manfaatkan WFA dan patuhi pembatasan kendaraan sumbu tiga

RRI.CO.ID, Semarang - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut arus balik Lebaran tetap terkendali pasca penerapan one way nasional. Rekayasa lalu lintas diberlakukan di km 414 Tol Kalikangkung untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas terpantau padat sesuai prediksi puncak arus balik pada 24 Maret 2026. Namun, volume kendaraan masih dapat dikendalikan melalui pemantauan teknologi dan traffic counting secara real time.

“Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas cukup padat sesuai prediksi puncak arus balik. Namun, berbagai skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan dan dijalankan,” ujarnya saat di Pos Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Selasa, 24 Maret 2026.

Sejak sehari sebelumnya, kepolisian wilayah Jawa Tengah telah menerapkan one way lokal di ruas tol. Rekayasa dilakukan dari km 459 Tol Salatiga hingga km414 Tol Kalikangkung.

Korlantas Polri melanjutkan dengan skema 'one way' bertahap atau 'one way' sepenggal presisi. Rekayasa diterapkan dari km 263 Tol Pejagan hingga km 70 Tol Jakarta-Cikampek.

“Korlantas juga menerapkan one way bertahap dari km 263 hingga km 70 untuk mengurai kepadatan. Selanjutnya disiapkan contraflow dua lajur dari km 70 hingga km 36,” ucapnya.

Selain jalur tol, pengamanan juga dilakukan di jalan arteri dan jalur nasional selama arus balik. Jajaran kepolisian disiagakan di berbagai wilayah untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas.

“Pengamanan juga dilakukan di jalur arteri dan nasional termasuk Banyumas, Brebes, dan Pantura. Hal ini untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas di tol,” katanya.

Kakorlantas menyebut pergerakan masyarakat menuju wilayah aglomerasi dan tempat wisata masih tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian dalam pengamanan selama arus balik Lebaran.

“Pergerakan aglomerasi dan kunjungan wisata masih tinggi sehingga menjadi perhatian pengamanan. Seluruh jajaran disiagakan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan,” ujarnya.

Polri mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan pada puncak arus balik Lebaran.

“Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan WFA untuk mengurai kepadatan arus balik. Pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga tetap diberlakukan,” ucapnya.

Polri juga mengingatkan pengusaha logistik untuk mematuhi pembatasan operasional kendaraan selama arus balik. Penindakan terhadap pelanggaran dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

“Kami mengimbau pengusaha logistik mematuhi aturan pembatasan kendaraan sumbu tiga. Penindakan dilakukan demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus balik,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....