Kakorlantas: One Way Nasional Efektif Kendalikan Arus Balik Lebaran 2026

  • 25 Mar 2026 09:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penerapan one way nasional mampu menjaga kelancaran meski volume kendaraan meningkat.
  • Korlantas terapkan skema bertahap mulai dari one way lokal hingga contraflow.
  • Pemudik diimbau atur waktu perjalanan dan manfaatkan WFA untuk hindari kepadatan arus balik mudik Lebaran 2026.

RRI.CO.ID, Semarang - Penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional saat puncak arus balik Lebaran 2026 dinilai efektif menjaga kelancaran. Meski terjadi peningkatan volume lalu lintas di sejumlah ruas tol, kondisi secara umum masih dapat dikendalikan.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, situasi tersebut sesuai dengan prediksi puncak arus pada Selasa, 24 Maret 2026. Pengendalian arus dilakukan melalui pemantauan teknologi dan traffic counting secara real time.

“Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas memang cukup padat, sesuai dengan prediksi tanggal 24 Maret 2026 merupakan puncak arus balik. Namun demikian, berbagai skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan dan dijalankan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa 24 2026

Langkah antisipasi telah dilakukan sejak sebelumnya, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Kepolisian setempat lebih dulu menerapkan one way lokal dari KM 459 Tol Salatiga hingga KM 414 Tol Kalikangkung.

Selanjutnya, Memberlakukan skema one way bertahap atau ‘one way sepenggal presisi’ dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek. Selain itu, contraflow juga disiapkan di ruas KM 70 hingga KM 36 untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dari arah timur.

“Selain di jalan tol, pengamanan juga dilakukan di jalur arteri dan jalan nasional. Seluruh jajaran kepolisian di daerah seperti Banyumas, Brebes, hingga jalur Pantura disiagakan untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas di tol,” ucapnya.

Kakorlantas juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi dan destinasi wisata. Kondisi ini turut menjadi perhatian dalam pengaturan arus lalu lintas selama periode arus balik.

Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik. Pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga didorong agar distribusi perjalanan lebih merata.

Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga tetap diberlakukan. Para pelaku usaha logistik diminta mematuhi aturan tersebut demi menjaga kelancaran dan keselamatan selama arus balik berlangsung.

“Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut. Serta telah dilakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar demi mengutamakan kelancaran dan keselamatan pemudik,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....