Arus Lalu Lintas Jatim H+3 Lebaran Padat, Didominasi Wisatawan

  • 24 Mar 2026 15:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepadatan lalu lintas di Jawa Timur dipicu lonjakan wisatawan di Malang Raya dan Batu sejak H+1 Lebaran.
  • Volume kendaraan di tol meningkat signifikan, didominasi mobilitas lokal antar kota.
  • Meski padat, arus lalu lintas tetap lancar dan angka kecelakaan tercatat menurun.

RRI.CO.ID, Jakarta - Arus lalu lintas di Jawa Timur pada H+3 Lebaran 2026 terpantau padat namun tetap lancar. Kepadatan didominasi pergerakan wisatawan di sejumlah destinasi favorit seperti Malang Raya dan Batu.

Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan kondisi ini sesuai prediksi awal. Lonjakan kendaraan terjadi sejak H+1 hingga H+3 Lebaran.

“Jadi karakteristik Jawa Timur itu memang pas kelebaran yang akan terjadi kepadatan. Mulai H plus 1, H plus 2 sampai dengan hari ini, tempat-tempat wisata masih menjadi favorit,” ujar Iwan dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa 24 Maret 2026.

Ia menjelaskan kawasan wisata menjadi titik kepadatan utama, terutama di Batu dan sekitarnya. Sejumlah lokasi seperti Jatim Park hingga kawasan wisata lain dipadati pengunjung.

“Di antaranya adalah Malang Raya dan Batu menjadi destinasi yang masih menarik, cukup tinggi minat wisatawan. Dua hari selalu terjadi kepadatan di seluruh lokasi, khususnya tempat wisata,” katanya.

Selain itu, volume kendaraan di ruas tol Jawa Timur juga mengalami peningkatan signifikan. Pergerakan kendaraan didominasi mobilitas lokal antar pintu tol.

“Seluruh ruas tol di Jawa Timur aglomerasi lokal karena pergerakannya hanya antar pintu tol saja. Jadi pintu-pintu tol Jawa Timur seluruhnya baik masuk maupun keluar, itu naik cukup signifikan dibanding hari biasa,” kata Iwan.

Meski terjadi kepadatan, arus lalu lintas secara umum masih terkendali. Petugas telah disiagakan di berbagai titik untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

Iwan menegaskan penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional di titik tertentu. Pengalihan arus bersifat lokal dan hanya berlangsung sementara.

Ia juga memastikan kesiapan serta kolaborasi dengan wilayah Jawa Tengah dan Bali. “Kami kemarin berkolaborasi saat menjelang Nyepi, pembatasan penyeberangan dari Bali ke Jawa maupun sebaliknya dan berjalan lancar,” ujarnya.

Iwan menambahkan, koordinasi dengan Jawa Tengah juga terus dilakukan, terutama terkait pembatasan kendaraan sumbu tiga. “Untuk Jawa Tengah, kami terus berkoordinasi terkait pemberlakuan pembatasan sumbu tiga ke atas agar tidak terjadi pelanggaran di jalan,” katanya.

Dalam hal keselamatan, angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur tercatat menurun. Kondisi kepadatan justru membatasi kecepatan kendaraan sehingga risiko kecelakaan berkurang.

Polda Jawa Timur juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di jalur mudik dan balik. Mulai dari pos pelayanan, tenaga kesehatan, hingga derek untuk kendaraan mogok.

Iwan mengimbau pemudik untuk menjaga kondisi fisik dan kendaraan sebelum perjalanan balik. Ia juga mengingatkan pentingnya istirahat setiap dua hingga dua setengah jam.

“Mohon tetap menyiapkan diri setelah liburan, pastikan kondisi badan siap untuk mengemudi dalam jarak jauh, pastikan kendaraannya juga siap. Terpenting setiap 2 jam atau 2,5 jam sekali istirahatlah sebentar untuk merefresh badan agar tidak lelah ataupun ngantuk,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....