Pengguna LRT Jabodebek Naik 79 Persen pada Libur Lebaran 2026
- 24 Mar 2026 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerapan kebijakan tarif promo satu Rupiah efektif mendorong masyarakat untuk mulai beralih menggunakan moda transportasi publik.
- Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung kesiapan fasilitas layanan operasional untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang.
- Pengguna LRT Jabodebek melonjak tajam hingga 79 persen pada hari pertama dan kedua Lebaran 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah pengguna LRT Jabodebek meningkat hingga 79 persen pada libur Lebaran 2026. Total penumpang mencapai angka 102.648 orang selama periode hari pertama dan hari kedua Lebaran tahun ini.
Lonjakan penumpang tersebut tercatat pada Sabtu, 21 Maret 2026 serta Minggu, 22 Maret 2026 di Jakarta. Pencapaian besar ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan jumlah total pengguna pada periode Lebaran 2025.
Hari pertama Lebaran tanggal 21 Maret mencatatkan angka kunjungan sebesar 39.850 pengguna transportasi massal modern tersebut. Volume tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan sebesar 74 persen jika melihat data kunjungan pada tahun lalu.
Penumpang pada hari kedua tanggal 22 Maret mencapai 62.798 orang atau meningkat sekitar 82 persen. Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyebut tarif promo menjadi faktor utama penyebab kenaikan itu.
“Lonjakan pengguna LRT Jabodebek tahun 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa kebijakan tarif Rp1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, namun juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan di kawasan Jabodebek, khususnya pada momen Lebaran,” ucap Radhitya Mardika dalam keterangan di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.
Stasiun Dukuh Atas menjadi titik pemberhentian paling padat dengan total sebanyak 20.892 pengguna yang masuk sana. Penumpang yang keluar dari Stasiun Dukuh Atas juga tercatat paling tinggi dengan total mencapai angka 22.530 orang.
Stasiun Harjamukti dan Stasiun Bekasi Barat turut menduduki posisi lima besar stasiun dengan volume penumpang paling ramai. Layanan operasional harian yang menyediakan 430 perjalanan sangat membantu fleksibilitas mobilitas seluruh lapisan warga di kawasan tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik. Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Petugas menemukan banyak warga baru yang menggunakan jasa layanan kereta layang ini selama momen hari raya tersebut. Masyarakat sering memberikan pertanyaan seputar tata cara pembelian tiket serta rute perjalanan yang dilayani oleh pihak operator.
Konektivitas dengan moda Kereta Rel Listrik (KRL) serta moda transportasi publik lain mendukung aksesibilitas para penumpang kereta. Akses langsung menuju kawasan bisnis dan pusat rekreasi turut memicu antusiasme warga untuk bepergian memakai layanan tersebut.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin meninjau operasional lapangan secara langsung pada Minggu kemarin. Peninjauan tersebut meliputi pemeriksaan kualitas pelayanan stasiun mulai dari Jati Mulya hingga sampai kawasan Dukuh Atas tersebut.
“LRT Jabodebek memastikan semua lini pelayanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta, berada dalam kondisi optimal. Kesiapan petugas frontliner juga menjadi perhatian utama agar pengguna mendapatkan layanan yang responsif and informatif selama periode Lebaran 2026,” kata Bobby.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....