Pemudik Jarak Dekat Mendominasi Kampung Rambutan H-1 Lebaran

  • 20 Mar 2026 13:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemudik tujuan jarak dekat mendominasi keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan pada H-1 Lebaran
  • Jumlah pemudik yang berangkat hingga pukul 09.00 WIB tercatat 325 orang
  • Angka keberangkatan menurun dibanding H-2 Lebaran yang mencapai 3.464 orang
  • Puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan terjadi pada H-3 Lebaran
  • Operasional terminal dan posko Angkutan Lebaran berlangsung hingga 29 Maret 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemudik tujuan jarak dekat mendominasi keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada H-1 Lebaran, Jumat, 20 Maret 2026. Kondisi ini terjadi setelah puncak arus mudik berlangsung pada H-3 Lebaran.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengatakan jumlah pemudik yang berangkat hingga pukul 09.00 WIB tercatat 325 orang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibanding dua hari sebelumnya.

Pada H-2 Lebaran atau Kamis, 19 Maret 2026, jumlah pemudik yang berangkat mencapai 3.464 orang. Sementara saat puncak arus mudik H-3 Lebaran, jumlahnya tercatat 5.336 orang.

“Ini akan didominasi oleh tujuan jarak dekat, seperti Jawa Barat, Banten, kemudian Jawa Tengah,” kata Revi, Jumat, 20 Maret 2026.

Ia mengatakan penurunan jumlah pemudik sudah terlihat sejak sehari setelah puncak arus mudik. Menurutnya, arus keberangkatan pada H-1 Lebaran cenderung diisi penumpang tujuan dekat.

Meski demikian, operasional terminal masih tetap berjalan hingga masa Angkutan Lebaran berakhir. Posko di Terminal Kampung Rambutan dipastikan berlangsung sampai 29 Maret 2026.

Adapun pemudik jarak dekat, Ibu Abdillah, juga berangkat pada H-1 Lebaran melalui Terminal Kampung Rambutan. Ia mudik dari Ciputat, Tangerang, menuju Citeureup, Bogor.

Ia mengaku sengaja berangkat mepet Lebaran agar bisa berkumpul dengan suami dan mertua. Menurutnya, mudik singkat tetap penting untuk menjaga tradisi silaturahmi saat Hari Raya.

Ibu Abdillah mengatakan biaya perjalanan tahun ini masih relatif terjangkau. Ia menyebut harga tiket bus menuju Citeureup sekitar Rp35 ribu per orang.

“Ya, sama aja lah. Masih sama seperti tahun lalu,” ucapnya.

Ia menilai proses keberangkatan di terminal berjalan lancar sejak awal. Menurutnya, armada yang ditumpangi tidak terlalu penuh dan masih cukup nyaman.

Selain itu, ia mengaku terbiasa menggunakan bus dari Kampung Rambutan setiap kali mudik. Ia rutin pulang kampung setiap tahun usai menunaikan Salat Idulfitri.

Bagi Ibu Abdillah, yang paling dinanti ialah momen berkumpul dengan keluarga besar. Ia berharap seluruh pemudik tetap sehat dan selamat sampai tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....