Pemerintah Nilai Rekayasa Lalu Lintas Efektif Urai Kepadatan Mudik
- 19 Mar 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai rekayasa lalu lintas cukup efektif mengurai kepadatan.
- Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan mudik secara matang.
- Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai rekayasa lalu lintas cukup efektif mengurai kepadatan mudik Lebaran 2026. Pemerintah sendiri menerapkan kebijakan tersebut di sejumlah titik krusial.
Direktur Sarana dan Keselamatan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Yusuf Nugroho, menjelaskan pengaturan operasional dilakukan di berbagai moda transportasi. Ia menegaskan, pemerintah terus memantau efektivitas kebijakan di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah diterapkan di berbagai titik. Kebijakan ini mencakup jalan tol, Pelabuhan penyeberangan, dan jalur arteri,” ujar Yusuf kepada Pro3 RRI di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Yusuf menilai, langkah tersebut mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata. Dengan demikian membantu mengurangi kepadatan di titik tertentu.
“Pemerintah menilai sejauh ini upaya yang dilakukan cukup efektif. Terutama dalam mengurai kepadatan dan pendistribusian pergerakan pemudik secara lebih merata,” ujarnya.
Untuk itu, Kemenhub mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan mudik secara matang. Perencanaan dinilai penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.
Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas. Pemudik diminta mempertimbangkan waktu mudik dan moda transportasi yang akan digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat melakukan perjalanan mudik secara terencana. Pertimbangkan waktu keberangkatan agar tidak menumpuk pada puncak arus,” ujar Toni kepada Pro3 RRI saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Toni juga meminta pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan. Ia menegaskan, kondisi fisik pengemudi juga harus tetap prima selama perjalanan.
"Beberapa pertimbangan dengan prediksi-prediksi yang telah dilakukan, terutama dalam hal misalnya kenapa memilih moda ini pastikan sudah uji berkala. Dan yang tidak kalah penting adalah pastikan kondisi stamina itu sehat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....