Puncak Arus Mudik Diprediksi pada H-2 Lebaran

  • 19 Mar 2026 07:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Volume kendaraan meningkat dari sekitar 221 ribu menjadi proyeksi 250 ribu kendaraan
  • Penerapan one way nasional dan lokal dinilai efektif menjaga kelancaran arus mudik.
  • Penurunan fatalitas didukung pengamanan, pelayanan, dan pemanfaatan teknologi selama mudik.

RRI.CO.ID, Cikampek - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik terjadi H-2 Lebaran. Puncak arus diperkirakan berlangsung Kamis malam berdasarkan pemantauan volume kendaraan di lapangan.

Ia menyebut, peningkatan volume kendaraan terjadi signifikan dibandingkan hari sebelumnya di jalur tol dan arteri. Kondisi lalu lintas terpantau padat namun tetap bergerak dan masih dalam kendali petugas.

"Jika dibandingkan dengan Selasa, terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur mudik. Rabu malam diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan dan menjadi puncak arus mudik," ujarnya saat berada di Command Center KM 29, Bekasi, Kamis dini hari, 19 Maret 2026.

Ia mengatakan, sejak pagi hingga malam terjadi lonjakan volume kendaraan cukup tinggi di sejumlah titik jalur utama. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau terkendali selama arus mudik berlangsung.

"Dengan penerapan one way nasional sejak Rabu pukul 12.30 WIB hingga wilayah Jawa Tengah, arus terpantau terkendali. Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal dari KM 414 menuju Bawen dan tetap terkendali," ucapnya.

Ia menambahkan kondisi jalur arteri juga mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode arus mudik berlangsung. Arus kendaraan masih relatif lancar meskipun terjadi perlambatan di beberapa titik tertentu.

"Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali hingga saat ini. Penyeberangan Merak–Bakauheni juga terpantau lancar tanpa hambatan berarti," katanya.

Ia menyebut angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan efektivitas pengamanan, pelayanan, serta pemanfaatan teknologi selama arus mudik berlangsung.

"Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan periode sebelumnya. Upaya pengamanan, pelayanan, serta dukungan teknologi dinilai berjalan efektif," ujarnya.

Ia mengimbau pemudik merencanakan perjalanan dengan baik serta tetap berhati-hati selama berkendara di jalur mudik. Masyarakat diharapkan menjalani perjalanan aman hingga kembali ke daerah asal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....