Arus Mudik Lebaran 2026, AirNav Prediksi Trafik Penerbangan Naik 4,5 Persen

  • 18 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergerakan pesawat diprediksi meningkat 4,5 persen dengan puncak arus pada H-1 Lebaran, dipicu oleh momen mudik yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi
  • AirNav menyiagakan 1.700 pemandu lalu lintas udara (ATC) serta ribuan teknisi dan petugas komunikasi untuk menjamin keamanan wilayah udara Indonesia
  • Pengaturan lalu lintas udara dilakukan ketat sesuai kapasitas bandara, guna menjaga separasi dan keamanan penerbangan

RRI.CO.ID, Jakarta - AirNav Indonesia memprediksi peningkatan trafik penerbangan selama periode mudik Lebaran 2026. Kenaikan jumlah pergerakan pesawat diperkirakan mencapai sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vice President of Flow Management Center AirNav Indonesia, Diyan Subismo mengatakan, puncak arus penerbangan diprediksi terjadi pada H-1 Lebaran. Lonjakan trafik juga diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

“Sampai dengan hari Jumat besok jadi kira-kira akan menjadi peningkatan cukup signifikan. Kami pantau untuk wilayah penerbangan bandara Surabaya, Jakarta, Jogja, Semarang, dan Denpasar,” kata Bismo dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tingginya trafik penerbangan tahun ini juga dipengaruhi momen Hari Raya Nyepi di Bali yang berdekatan dengan Lebaran. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat melalui transportasi udara semakin meningkat.

Untuk mengantisipasi kepadatan, AirNav melalui Flow Management Center mengatur lalu lintas penerbangan sesuai kapasitas masing-masing bandara. Sebagai contoh, Bandara Soekarno-Hatta mampu melayani sekitar 80 pergerakan pesawat per jam.

“Jadi Flownya akan kita sesuaikan dengan itu tidak mungkin kita lebihkan, jadi kita maksimalkan di angka itu karena itu sudah menjadi ukuran keamanan kita. Semua bandara besar sudah terukur, maksimum per jamnya sehingga untuk separasi kemudian kapasitas apron dan yang lain-lain terjaga,” ujarnya.

Selain itu, AirNav juga memastikan kesiapan fasilitas navigasi dan pengawasan penerbangan. Sistem radar dan ADS-B telah dioptimalkan agar seluruh wilayah udara Indonesia dapat terpantau dengan baik.

“Kita juga sudah siagakan sekitar 1.700 pemandu lalu lintas udara (ATC) di seluruh Indonesia. Kemudian teknisi, ada seribuan teknisi, kemudian ada ratusan petugas komunikasi penerbangan serta personel aeronautika,” ucapnya

Koordinasi dengan maskapai, operator bandara, hingga BMKG juga terus diperkuat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran penerbangan, termasuk dalam pengajuan penerbangan tambahan selama periode mudik.

Bismo mengatakan, masyarakat diminta berhati-hati dalam penggunaan drone, layang-layang, maupun laser di sekitar bandara. Aktivitas tersebut berpotensi membahayakan operasional penerbangan.

“Meminta masyarakat, bersikap lebih bijak jika terjadi sesuatu karena kondisi cuaca atau gangguan teknis yang harus ditunda penerbangannya. Karena semuanya diupayakan kita semua untuk keselamatan masyarakat,” katanya.

AirNav memastikan seluruh upaya telah dilakukan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026. Diharapkan seluruh proses perjalanan udara dapat berjalan aman dan lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....