Menhub: One Way Nasional Berakhir Sesuai Situasi Lalu Lintas

  • 18 Mar 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • One way nasional diberlakukan karena lonjakan volume kendaraan dan akan berakhir sesuai kondisi lalu lintas
  • Evaluasi rekayasa lalu lintas mengacu pada V/C ratio, dengan ambang volume kendaraan mencapai 8.000
  • Menkes soroti kecelakaan sebagai risiko utama mudik, meski tren menurun dalam tiga tahun terakhir

RRI.CO.ID, Purwakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut one way nasional akan berakhir menyesuaikan situasi arus mudik. Rekayasa itu diterapkan karena volume kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah terus meningkat.

Ia mengatakan, lalu lintas dua arah akan kembali diberlakukan jika volume kendaraan mulai normal. Evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan bangkitan kendaraan selama periode mudik berlangsung.

"Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini. Jika volume kendaraan sudah normal, lalu lintas dua arah akan kembali berlaku," katanya.

Ia menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas mengacu pada parameter 'volume-capacity' ratio (V/C) ratio di jalan tol. Saat ini rasio volume kendaraan telah mencapai angka 8.000 sehingga one way perlu diberlakukan.

"Kemudian apabila V/C ratio berkurang, rekayasa lalu lintas pun akan dikurangi atau disesuaikan. Penyesuaian dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar dan terkendali," ujarnya.

Ia juga mengimbau pemudik dari arah timur menuju barat memanfaatkan jalur arteri sebagai alternatif. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah ruas non-tol untuk mendukung distribusi kendaraan selama mudik.

"Pemudik dari arah timur ke barat diimbau menggunakan jalur arteri yang telah disiapkan pemerintah. Langkah ini dilakukan demi kenyamanan pemudik selama perjalanan," ucapnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah Kapolri memfasilitasi program mudik gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan, kata dia, juga dilakukan sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi pemudik tetap aman selama perjalanan.

"Masalah kesehatan terbesar saat mudik adalah kecelakaan yang masih sering terjadi di berbagai jalur perjalanan. Kecelakaan membuat banyak pemudik tiba dalam kondisi tidak sehat saat sampai di tempat tujuan," ujarnya.

Ia menyebut tren kecelakaan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya saat arus mudik. Penurunan tersebut juga terlihat pada arus mudik tahun ini yang masih berlangsung dengan pengawasan ketat.

"Nah, sekarang bergeser karena jalan tol sudah lebih aman sehingga risiko kecelakaan menurun dibandingkan sebelumnya. Kecelakaan kini lebih banyak terjadi di jalan arteri dan didominasi pengendara sepeda motor," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....