Sekitar 3,5 Juta Kendaraan Lintasi Tol Tangerang-Merak Tinggalkan Jabodetabek
- 18 Mar 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jabodetabek
- Pulau Sumater
- Tol Tangerang-Merak
RRI.CO.ID, Tangerang – Sekitar 3,5 juta kendaraan melintasi ruas Tol Tangerang-Merak selama periode mudik Lebaran 2026. Demikian disampaikan Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang-Merak PT MMS, Uswatun Hasanah, Rabu 18 Maret 2026.
Menurut dia, ini merupakan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 3,4 juta. “Tujuan para pemudik adalah sejumlah kota di Pulau Sumatra,” ujarnya.
Uswatun memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak akan terjadi pada 18-19 Maret 2026. “Pada saat itu arus kendaraan akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan data harian PT MMS sejak H-10 Lebaran, total kendaraan yang memasuki ruas Tol Tangerang-Merak mencapai 248.575 unit. Sedangkan lalu lintas harian tercatat sebanyak 52.432 kendaraan, turun 4,92 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Sedangkan jumlah kendaraan yang keluar Gerbang Tol Merak Arus menuju Pelabuhan Merak dan sekitarnya pada 11–16 Maret 2026 tercatat sebanyak 66.016 unit. “Ini berarti turun 19,41 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, tetapi naik 57,29 persen dibandingkan dengan hari-hari normal," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah titik di ruas Tol Jakarta-Merak yang mengalami kerusakan saat ini tengah diperbaiki. Pada KM 12 Karang Tengah, Kota Tangerang, misalnya, petugas melakukan penambalan dan pengaspalan ulang.
Namun, aktivitas perbaikan jalan ini berdampak pada penyempitan lajur di sejumlah titik ruas tol tersebut. Hal ini sempat memicu kepadatan arus kendaraan sejak KM 3 ruas Tol Jakarta-Merak.
Petugas di lapangan telah memasang rambu peringatan serta melakukan pengaturan lalu lintas untuk meminimalisasi kemacetan. Pengendara pun diimbau mengurangi kecepatan dan tetap waspada saat melintas di area perbaikan.
Pihak pengelola tol menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak arus mudik. Namun, pengerjaan yang dilakukan saat tingginya volume kendaraan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.
Salah satu pengendara, Prima Putra, mengatakan kepadatan kendaraan sudah terasa sejak kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pemudik tujuan Padang, Sumatra Barat, itu mengaku sengaja berangkat malam hari untuk menghindari kemacetan.
Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. “Kami tetap terjebak macet akibat perbaikan jalan tol," katanya.