Menhub Dorong Koordinasi OTA dan Maskapai Optimalkan Diskon Tiket Pesawat
- 17 Mar 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dudy Purwagandhi menilai masih ada celah pada penjualan tiket melalui OTA yang membuat diskon belum optimal dirasakan masyarakat.
- Skema penerbangan dengan transit di OTA menyebabkan harga tiket terlihat lebih mahal karena akumulasi beberapa segmen perjalanan.
- Pemerintah akan berkoordinasi dengan maskapai dan Kementerian Pariwisata untuk mengoptimalkan kebijakan diskon tiket pesawat.
RRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah menilai masih terdapat celah yang membuat harga tiket belum maksimal terdiskon melalui penjualan Online Travel Agent (OTA). Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut, kondisi ini dipengaruhi skema perjalanan yang ditawarkan platform digital kepada calon penumpang.
Menurutnya, harga tiket dapat terlihat lebih mahal karena adanya pilihan penerbangan dengan satu atau beberapa kali transit. Akumulasi biaya dari beberapa segmen penerbangan membuat total harga perjalanan menjadi lebih tinggi dibandingkan penerbangan langsung.
"Saya berharap agar OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan tiket pesawat yang tersubsidi. Sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan langsung manfaatnya," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat mengunjungi Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 16 Maret 2026.
"Nanti, kami juga akan berbicara dengan stakeholder/ekosistem terkait. Baik dari airline, maupun juga dengan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent," ujarnya.
Ia menyampaikan, pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem penerbangan nasional untuk mengatasi kendala tersebut. Koordinasi tersebut mencakup maskapai penerbangan serta Kementerian Pariwisata yang membawahi pelaku usaha travel agent.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan diskon tiket pesawat bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran. Pemerintah ingin memastikan seluruh kebijakan yang telah disiapkan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Secara keseluruhan, Dudy melihat kondisi arus mudik melalui jalur udara masih berjalan kondusif dan lancar. Ia menyebut ketepatan waktu keberangkatan penerbangan juga relatif baik meskipun masih terdapat beberapa keterlambatan.
Selain itu, antrean check in di bandara dinilai masih terkendali tanpa adanya penumpukan penumpang yang signifikan. Kondisi tersebut menunjukkan pelayanan bandara tetap optimal dalam menghadapi peningkatan jumlah penumpang selama masa mudik.
"Ketepatan waktu masih baik, ya walaupun masih ada 1-2 penerbangan yang terlambat. Hanya saya minta kepada airline kalau bisa 100 persen ya ketepatan waktunya," katanya.
"Begitu juga dengan antrean panjang check in. ita akan antisipasi itu dan berusaha maksimal tidak ada antrian yang terlalu panjang,” ucapnya.