Inilah Alasan Mudik Terasa Melelahkan daripada Liburan Biasa

  • 16 Mar 2026 18:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mudik selalu menjadi momentum yang ditunggu menjelang hari raya, terutama bagi perantau yang sudah lama tidak pulang ke rumah. Perjalanan ini sering dianggap sebagai bagian penting dari tradisi keluarga di Indonesia.

Menariknya, banyak orang merasa mudik jauh lebih melelahkan dibanding liburan biasa. Bahkan ketika durasi perjalanan keduanya kurang lebih sama.

Rasa lelah itu sering muncul sejak perjalanan dimulai hingga kembali lagi ke kota tempat bekerja. Untuk memahami kenapa pengalaman ini terasa berbeda, simak beberapa hal yang sering terjadi selama mudik berikut.

  • 1. Perjalanan mudik sering dilakukan dalam kondisi fisik yang sudah lelah

Mudik jarang dilakukan saat tubuh benar-benar segar, karena kebanyakan orang baru berangkat setelah menyelesaikan pekerjaan terakhir sebelum libur panjang. Banyak pekerja masih harus menutup laporan, membereskan tugas kantor, atau mengejar tenggat sebelum cuti dimulai.

Akibatnya, perjalanan dimulai ketika tubuh sebenarnya sudah kehabisan energi sejak awal. Situasi ini berbeda dengan liburan biasa yang biasanya direncanakan saat kondisi tubuh lebih siap.

  • 2. Kepadatan perjalanan membuat waktu tempuh terasa jauh lebih panjang

Salah satu hal yang paling terasa saat mudik ialah kepadatan perjalanan yang tidak biasa. Jalan tol, jalur arteri, hingga stasiun sering dipenuhi orang yang memiliki tujuan sama.

Kondisi ini membuat perjalanan yang biasanya singkat berubah menjadi jauh lebih lama. Sehingga tubuh merasa lebih lelah.

Perjalanan darat Jakarta–Yogyakarta, misalnya, normalnya sekitar 8 jam. Namun, ini bisa berubah menjadi 12 jam atau lebih saat musim mudik.

Kendaraan sering berjalan sangat pelan, bahkan berhenti cukup lama di beberapa titik. Waktu yang habis di jalan membuat tubuh terasa kaku karena terlalu lama duduk.

  • 3. Agenda bertemu banyak orang membuat waktu istirahat berkurang

Setelah tiba di kampung halaman, banyak orang tidak langsung mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Jadwal biasanya sudah penuh dengan kegiatan keluarga, seperti silaturahmi, makan bersama, atau berkunjung ke rumah kerabat.

Aktivitas ini memang menyenangkan, tetapi sering membuat waktu istirahat menjadi sangat terbatas. Sehingga tubuh akan merasa kelelahan, apabila berlangsung sedemikian sering.

  • 4. Persiapan mudik sering lebih rumit dibanding liburan biasa

Mudik jarang dilakukan secara sederhana karena biasanya melibatkan banyak persiapan. Banyak orang harus menyiapkan oleh-oleh, membawa barang tambahan, atau mengatur jadwal keberangkatan bersama anggota keluarga lain.

Proses ini sering dimulai beberapa hari sebelum perjalanan dilakukan. Semua hal tersebut membutuhkan tenaga dan perhatian sebelum perjalanan benar-benar dimulai.

  • 5. Perjalanan pulang membuat tubuh kembali menyesuaikan diri

Setelah beberapa hari berada di kampung halaman, perjalanan kembali ke kota sering terasa tidak kalah melelahkan. Waktu libur biasanya hampir selesai sehingga banyak orang berangkat dalam waktu yang hampir bersamaan.

Situasi ini membuat arus balik sering sama padatnya dengan perjalanan mudik. Tubuh juga harus kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas kerja atau aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi Berita