Mudik Gratis Pelindo, Antar Harapan Keluarga Pulang ke Kampung Halaman
- 16 Mar 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Langit pagi di Tanjung Priok masih lembap ketika ribuan orang berdatangan. Mereka membawa tas, kardus, dan harapan pulang kampung.
Lapangan Ex Inggom di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok berubah hiruk pikuk. Terlihat, anak-anak duduk di atas koper sambil menunggu bus.
Para ibu menggenggam erat tangan anaknya agar tak terpisah di keramaian. Tak ketinggalan, peran para ayah yang dengan teliti memeriksa tiket seraya memastikan barang bawaan lengkap.
Program mudik gratis yang digelar PT Pelabuhan Indonesia menjadi harapan banyak keluarga. Bagi sebagian orang, perjalanan pulang sering terasa mahal.
Di antara kerumunan itu, Purwanti berdiri sambil memeluk tas besar. Perempuan berusia 45 tahun itu datang bersama suami dan dua anaknya.
Kakaknya juga ikut dalam rombongan bersama empat anggota keluarga. Mereka menunggu bus dengan wajah penuh harap.
Purwanti mengetahui program itu dari kerabat yang bekerja di pelabuhan. Ia mengaku kesempatan tersebut sangat membantu keluarganya.
“Kalau satu orang saja di terminal bisa Rp700 ribu. Kalau lima orang sudah Rp3,5 juta, jadi pulang-pergi bisa Rp7 juta,” kata Purwanti kepada RRI, di Lapangan Ex Inggom, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 16 Maret 2026.
Bagi Purwanti, angka itu bukan sekadar biaya perjalanan. Namun, sebuah pengeluaran besar bagi keluarganya yang sederhana.
Olah karena itu, ia selalu berusaha mengikuti program mudik gratis. Selama hampir lima tahun terakhir, kesempatan ini tidak pernah dilewatkannya.
“Jadi uangnya bisa buat di rumah. Bisa buat kasih saudara atau jalan-jalan di kampung,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Sementara, Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Achmad Muchtasyar mengatakan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk tahun ini tema yang di angkat adalah Mudik Aman Berbagi Harapan,”.
“Dalam program mudik tahun ini, Pelindo memberangkatkan hampir 7.600 peserta. Dengan menggunakan total 161 unit bus menuju berbagai kota tujuan di sejumlah daerah,” ujar Achmad.
Dari Jakarta sendiri disiapkan 50 bus yang melayani perjalanan menuju 13 kota tujuan. Sekitar 7.600 peserta diberangkatkan menggunakan ratusan bus menuju berbagai kota tujuan.
Di tengah keramaian itu, satu per satu bus mulai dipanaskan. Mesin menyala, seolah menandai dimulainya perjalanan pulang.
Bagi ribuan orang di lapangan itu, perjalanan bukan sekadar mudik. Melainkan, perjalanan pulang menuju rindu yang lama menunggu.