Menteri LH Gaungkan Mudik Minim Sampah di Jalur Semarang–Surabaya
- 16 Mar 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, melanjutkan pemantauan gerakan “Mudik Minim Sampah”. Kali ini dia mengunjungi sejumlah terminal di jalur Semarang-Surabaya.
Di antaranya Terminal Mangkang Semarang, Terminal Tirtonadi Surakarta, dan Terminal Sragen. Kemudian Terminal Kertonegoro Ngawi, dan Terminal Purabaya Sidoarjo.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sampah pada fasilitas publik tetap terjaga. Sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman selama Lebaran.
Pemantauan tersebut juga bertujuan untuk menilai kesiapan terminal menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik 2026. Menurut survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,91 juta orang tahun ini.
Hal ini berpotensi menghasilkan sekitar 71.960 ton sampah di berbagai fasilitas publik termasuk terminal. Karena itu, Hanif menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang dilakukan tidak hanya setelah menumpuk, tetapi juga sejak awal ketika dipiliah.
“Idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas yang memadai,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026. Namun, lanjut Menteri, karena volume sampahnya tidak terlalu besar, maka yang tidak kalah penting adalah proses pemilahannya.
Hanif juga mendorong pengelola fasilitas publik, termasuk terminal dan stasiun, untuk segera melengkapi dokumen lingkungan. Menurut dia, ini merupakan bagian dari pengelolaan operasional yang berkelanjutan.
“Kami akan mendorong seluruh terminal maupun stasiun untuk segera memenuhi dokumen lingkungan,” ujarnya “Tentunya ini penting bagi aktivitas operasionalnya.”
Melalui rangkaian pemantauan ini, Hanif berharap fasilitas publik dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang baik. Dengan pengawasan, edukasi, serta penyediaan fasilitas yang memadai, diharapkan perjalanan mudik dapat berlangsung lebih bersih dan nyaman.